ILMIAWAN MUSLIM TEMPO DULU



Kalau kita mempelajari sejarah Islam maka akan terlihat semangat orang-orang Islam terdahulu dalam mencari ilmu, mereka belajar dari orang-ortang Syiria, dengan orang-orang Persia, dengan orang-orang India, dengan orang-orang Mesir kuno, juga dengan orang-orang Yunani dan lain sebagainya. Dengan demikian maka mereka telah banyak mengumpuylkan ilmu dari berbagai daerah seperti diatas. Malahan oleh khalifah Harun dari daulah Abbasiyah dan kemudian oleh khalifah Makmun, diperintahkan agar buku-buku yang ditulis dalam bahasa asing pada waktu itu disalin dan diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Hal ini dimaksudkan agar ilmu-ilmu yang pada waktu itu sudah dikembangkan diberbagai bagian dunia oleh berbagai bangsa itu dapat dikumpulkan untuk dipelajari dan dikuasai oleh orang-orang Islam.
Maka sejak itulah mulai bermunculan ilmuwan-ilmuwan Islam yang terkenal secara Internasional dan diakui karya-karyanya oleh seluruh dunia hingga kini, seperti :
1. Jabir Ibnu Hayyan
Orang-orang Eropa menamakannya Gebert, ia hidup antara tahun 721-815 M. Dia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari dan mengembangkan dunia Islam yang pertama. Ilmu tersebut kemudian berkembang dan kita mengenal sebagai ilmu kimia. Bidang keahliannya, (dimana dia mengadakan peneltian) adalah bidang : Logika, Filosofi, Kedokteran, Fisika, Mekanika, dan sebagainya.

2. Abu Yusuf Ya'cub Ibnu Ishak Al-Kindi
Dalam dunia barat dia dikenal dengan nama Al-Kindus. Memang sudah menjadi semacam adat kebiasaan orang barat pada masa lalu dengan melatinkan nama-nama orang terkemuka, sehingga kadang-kadang orang tidak mengetahui apakah orang tersebut muslim atau bukan. Tetapi para sejarawan kita sendiri maupun barat mengetahui dari buku-buku yang ditinggalkan bahwa mereka adalah orang Islam, karena karya orisinil mereka dapat diketahui dalam bentuk tulisan ilmiah mereka sendiri.
Al-Kindi adalah seorang filosof muslim dan ilmuwan sedang bidang disiplin ilmunya adalah: Filosofi, Matematika, Logika, Musik, Ilmu Kedokteran.

3. Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi
Orang Eropa menyebutnya dengan AlGorisma. Nama itu kemudian dipakai orang-orang barat dalam arti kata Aritmatika atau ilmu hitung. karena apa ? karena dia adalah seorang muslim yang pertama-tama dan ternama dalam ilmu Matematika, ilmu hitung. Bukunya yang terkenal berjudul Al-jabar Wal Muqobalah, kemudian buku tersebut disalin oleh orang-orang barat dan sampai sekarang ilmu itu kita kenal dengan nama AlJabar.

4. Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi
Hidup antara tahun 865-925 dan namanya dilatinkan menjadi Razes. Seorang dokter klinis yang terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan satu penelitian Al-Kimi atau sekarang lebih terkenal disebut ilmu Kimia.
Didalam penelitiannya pada waktu itu Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi sudah menggunakan peralatan khusus dan secara sistimatis hasil karyanya dibukukan, sehingga orang sekarang tidak sulit mempelajarinya. Disamping itu Al-Razi telah mengerjakan pula proses kimiawi seperti: Distilasi, Kalsinasi dan sebagainya dan bukunya tersebut merupakan suatu buku pegangan Lboratorium Kimia yang pertama di dunia.

5. Abu Nasir Al-Farabi
Orang barat menyebutnya dengan ALFARABIUS. Ia hidup tahun 870-900 M dan merupakan tokoh Islam yang pertama dalam bidang Logika. Al Farabi juga mengembangkan dan mempelajari ilmu Fisika, Matematika, Etika, Filosofi, Politik, dan sebagainya.

6. Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina
Atau dikenal dengan nama Avicena, yang hidup antara tahun 980-1037 M. Seorang ilmuwan muslim dan Filosof besar pada waktu itu, hingga kepadanya diberikan julukan Syeh Al-Rais.
Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah hafal Al-Qur`an, kemudian pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada waktu itu, bidang keahliannya adalah ilmu Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi, Mineralogi.

Dan masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan muslim tempo dulu yang telah mengukir prestasi gemilang pada masanya..kini pertanyaan diarahkan kepada kita, bisakah kita menjadi muslim-muslim yang akrab dengan dunia ilmu atau berprestasi dengan ilmu ?...jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Resensi buat film KCB

KETIKA CINTA BERTASBIH
film Indonesia pertama yang mengambil latar sepenuhnya di bumi Mesir

Jodoh itu ditangan Tuhan, namun manusia wajib berusaha dan berdoa. Itulah pesan yang ingin disampaikan Sutradara Chairul Umam. Dengan mengadaptasi sebuah novel best seller karya penulis besar Habiburrahman El Shirazy, ia berhasil menyuguhkan kepada penonton sebuah detail yang cukup mengagumkan dari pemandangan Mesir dengan Pyramid, Sphinx, Sungai Nil, Kota Alexandria, Banteng Qait Bait, dan juga indahnya laut Mediterania yang sungguh menakjubkan Semua itu ia rangkum dalam film drama religi terbarunya, KETIKA CINTA BERTASBIH. Dalam film ini, Chaerul seakan mengajak penonton menyelami dunia seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Mesir. Kebimbangan melanda diri Azzam, karena didalam ajaran Islam tidak mengenal istilah pacaran, yang ada hanyalah “ta’aruf”. Dan selama menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo, Azzam juga harus bekerja keras menghidupi ibu dan adik-adiknya di kampung. Berhasilkah Azzam menemukan jodoh lewat jalan yang ditetapkan ajaran agamanya tersebut?
Kejelian strategi rumah produksi Sinemart dengan memasang bintang-bintang baru memungkinkan karakter dalam film ini bisa secara bebas terbentuk. Ternyata tidak hanya para pendatang baru saja, dalam film ini juga bermain aktor dan aktris kawakan seperti Deddy Mizwar, Niniek L. Karim, El Manik, Slamet Raharjo, Aspar Paturusi dan juga Didi Petet. Uniknya lagi sang penulis Habiburrahman El Shirazy dan Tokoh Islam Prof.dr. Din Syamsudin seakan tidak mau ketinggalan untuk ikut ambil bagian meramaikan film ini.
Film yang paling ditunggu-tunggu tahun 2008 ini akhirnya dapat memunculkan wujudnya di pertengahan tahun 2009 ini. Setelah beberapa bulan dilewati dalam pengambilan gambar di bumi Mesir, seluruh kru dan para pemain dapat menghembuskan nafas lega ketika film ini rampung. Kabarnya, film ini merupakan gabungan dari dua novel KETIKA CINTA BERTASBIH karangan Habiburrahman El Shirazy yang belum cukup puas dengan mengadaptasi novel sebelumnya yang berjudul AYAT AYAT CINTA ke layar lebar arahan sutradara Hanung Bramantyo tahun 2008 lalu.
Film ini masih memakai strategi yang dimiliki AYAT AYAT CINTA sebelumnya, yaitu dengan merilis album soundtracknya terlebih dahulu sebelum filmnya beredar. Akan tetapi, kita telah dapat menyaksikan sebuah perjuangan cinta yang bertasbih di bioskop-bioskop tanah air mulai 11 Juni 2009 .

Sinematografi & Perfilman Indonesia

Sinematografi Korea mungkin masih dianggap terlalu muda jika dibandingkan dengan Hollywood yang menjadi pionir dalam industri film. Tetapi keunggulan industri film tidak hanya ditentukan oleh lamanya pengalaman namun juga kreatifitas para sinematograf. Sebagai negara yang telah maju di bidang perekonomian, apresiasi terhadap seni film yang dilakukan para aktor di depan maupun di belakang layar lebar tentulah berpengaruh positif terhadap kesuksesan dunia perfilman Korea. Apresiasi terhadap profesionalitas kerja yang dilakukan para tokoh seni tersebut tentulah dengan memproduksi sinema-sinema berkualitas dan berkelas dunia. Jika dicermati, para kreator dapat maksimal berkreatifitas jika didukung oleh suasana politik dan ekonomi yang stabil. Dengan melihat perkembangan sinematografi, kita dapat melihat bahwa perfilman Korea secara bertahap mengejar kesuksesan dunia perfilman Hollywood.

Membicarakan perkembangan film, tentunya terelasi dengan sejarah lahirnya film di Korea hingga kesuksesannya sejauh ini. Munculnya film pertama kali di Korean sekitar tahun 1923, saat Korea berada dalam kungkungan pemerintah Jepang. Karena isinya mengkritik kekejaman polisi Jepang, pemerintah segera memberlakukan sensor ketat demi kepentingan politiknya. Setelah berakhirnya pemerintahan Jepang pada 1945, industri perfilman kolaps karena adanya perang saudara yang akhirnya memisahkan Korea menjadi dua bagian; utara dan selatan. Baru tahun 1955 dunia layar lebar mulai bangkit dan berjaya selama 15 tahun.
Ketatnya sensor yang diberlakukan, kembali membunuh insan perfilman. Di era 1980an, konstitusi baru yang memberikan angin segar terhadap dunia film. Sedikit demi sedikit pemberlakuan sensor dihapus. Pelarangan impor film-film barat juga dicabut, tapi hal tersebut menyebabkan film-film domestik kehilangan pasar. Selanjutnya beberapa perusahaan raksasa atau istilah Koreanya, chaebol, turut terjun dalam bisnis perfilman sebagai penyandang dana sekaligus rumah produksi. Tahun 1996 ditandai dengan lahirnya sutradara-sutradara inovatif yang menyuguhkan sinema-sinema ber-genre baru. Hal tersebut mampu menarik kembali minat penonton menyerbu film-film dalam negeri.
Melihat perkembangan blantika perfilman Korea diatas, kejayaan film tidak lepas dari kebijakan positif pemerintah dibidang sensor. Tak dapat dipungkiri, ketatnya kontrol pemerintah terhadap film dapat membunuh kreatifitas para pembuat film. Beberapa dasawarsa yang lalu, Korea terkenal sebagai negara yang paling ketat dalam memberlakukan sensor. Pada tahun 1973, pemerintah mengesahkan Undang-Undang Perfilman tentang double censor, yang berarti semua film harus melewati dua kali penyuntingan; pra-produksi dan pasca-produksi. Jika diketahui isi film berbeda dengan proposal yang diajukan kepada pemerintah, maka film tersebut mendapat label cekal. Sehingga ketika Undang-Undang Perfilman segera direvisi pada tahun 1985, semangat pencipta-pencipta seni dalam berkreasi kembali bangkit.
Dibukanya kebebasan berkreatifitas mengundang para pembuat film untuk tidak ragu mengangkat polemik politik sebagai tema film mereka. Salah satunya adalah Simildo (2003), film unggulan karya sutradara berpengalaman, Kang Woo-seok. Kang pernah menyatakan bahwa film hasil garapannya hanyalah film berbasis entartainment biasa, dia tak pernah bermaksud menyinggung masalah-masalah sosial. Kenyataannya, Simildo merupakan film yang tidak secara sengaja mengambil latar belakang politik dan berhasil memuaskan animo penonton terhadap sinema lokal. Film ini diangkat berdasarkan peristiwa nyata di Semenanjung Korea tahun 1971 pada masa perang dingin antara dua Korea yang bertikai. Film yang terang-terangan mengungkap sejarah yang terkebiri ini merupakan sebuah refleksi nyata kemajuan demokrasi di Korea Utara. Jika Kang merilis film sejenis pada 30 dasawarsa yang lalu, pasti film tersebut dan dicekal dan dia ditahan. Keberanian Kang mempublikasikan polemik yang terjadi diantara Korea Selatan dan Korea Utara berhasil memenangkan penghargaan Nobel Perdamaian dari Presiden Kin Dae Jung pada tahun 2000.
Selain dukungan pemerintah, menguatnya bisnis perfilman Korea juga dipengaruhi kesuksesan dibidang bisnis dan stabilitas perekonomian. Di penghujung 1980an, perindustrian film terpuruk akibat kalah bersaing dengan produksi-produksi Hollywood. Salah satu anggota chaebol ikut bergabung mengelola industri film dan memberi dukungan finansial serta mengatur tentang produksi, ekshibisi, distribusi sebuah film. Marriage Story (1992) yang disutradai oleh Kim Ui-seok merupakan film pertama yang pengerjaannya di bawah Samsung.
Kebesaran industri film sangat tergantung pada kreatifitas dan kontinuitas para pencipta film dalam berkarya. Dalam hal ini Korea memiliki banyak sutradara berbakat yang terus menerus memperkokoh panggung layar lebar. Adalah Im Kwong Taek sebagai salah satu sutradara yang antusias memajukan sinematografi Korea. Segera setelah menyadari mutu film-film produksinya hanya berorientasi pada komersialisme dengan mutu jauh dibawah sinema-sinema barat, Im mulai memproduksi film yang lebih berorientasi pada seni. Dia mencoba berkreasi dan menggali kembali elemen tradisional dan budaya Korea yang terlupakan, sehingga terciptalah film Mandala (1981). Karya spektakulernya Sopyonje (1993) mampu membangunkan kembali nilai seni sinematografi Korea. Sebuah film ber-genre popular baru Marriage Story (1992) karya Kim Ui-seok mendapat sambutan meriah dengan menyajikan film komedi perang dan romanisme. Film yang mulai berani menyentuh dunia politik sebagai bentuk kebebasan berekspresi disuguhkan Park Kwang-soo dalam Chilsu and Mansu (1988) dan Kang Woo-seok dengan Simildo (2003). Dari tangan-tangan dingin merekalah lahir film-film yang mampu menggerakkan mata dunia menyaksikan film-film Asia yang berstandar internasional.
Usaha para pendahulu menekuni profesionalitas seorang sineas, telah mendorong lahirnya sineas-sineas muda yang lebih kreatif dalam berkarya. Diakhir millenium kedua, ada banyak sutradara baru yang tertarik memulai debutnya dengan memproduksi film-film komersial. The Contact (1997) hasil karya Chang Yoon-hyun berhasil menembus box-office Korea. Disusul kemudian keberhasilan Kang Je-gyu dalam Shiri (1999) dan Park Chan-wook dalam Joint Security Area (2000). Salah seorang sutradara yang lebih kontroversial, Kim Ki-duk, berani melakukan membuat film dengan metode penggarapan baru, kasar tetapi secara visual menarik ditonton. Filmnya, The Isle (2000) mampu memenangkan penghargaan internasional meskipun kemudian menuai protes kritikus dalam negeri.
Berkat kontinuitas para kreator seni film serta dukungan pemerintah dan dunia ekonomi, sejak 1999 dunia perfilman Korea berhasil mengalahkan pangsa pasar film-film Hollywood yang mendominasi bioskop Korea. Geliat perfilman Korea yang telah mampu menundukkan pasar domestik juga telah melebarkan sayap ke wilayah regional dan juga internasional. Dengan menyublimasi kendala bahasa, bukan tidak mungkin jika perfilman Korea akan mampu bersaing dengan Hollywood dalam menginvasi bioskop-bioskop dunia. (*)


PERFILMAN INDONESIA ..
Dari Wikipedia bahasa Indonesia.
Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M dan masih banyak film lain. Bintang-bintang muda yang terkenal pada saat itu antara lain Onky Alexander, Meriam Bellina, Nike Ardilla, Paramitha Rusady.
Pada tahun-tahun itu acara Festival Film Indonesia masih diadakan tiap tahun untuk memberikan penghargaan kepada insan film Indonesia pada saat itu. Tetapi karena satu dan lain hal perfilman Indonesia semakin jeblok pada tahun 90-an yang membuat hampir semua film Indonesia berkutat dalam tema-tema yang khusus orang dewasa. Pada saat itu film Indonesia sudah tidak menjadi tuan rumah lagi di negara sendiri. Film-film dari Hollywood dan Hong Kong telah merebut posisi tersebut.
Hal tersebut berlangsung sampai pada awal abad baru, muncul film Petualangan Sherina yang diperankan oleh Sherina Munaf, penyanyi cilik penuh bakat Indonesia. Film ini sebenarnya adalah film musikal yang diperuntukkan kepada anak-anak. Riri Riza dan Mira Lesmana yang berada di belakang layar berhasil membuat film ini menjadi tonggak kebangkitan kembali perfilman Indonesia. Antrian panjang di bioskop selama sebulan lebih menandakan kesuksesan film secara komersil.
Setelah itu muncul film film lain yang lain dengan segmen yang berbeda-beda yang juga sukses secara komersil, misalnya film Jelangkung yang merupakan tonggak tren film horor remaja yang juga bertengger di bioskop di Indonesia untuk waktu yang cukup lama. Selain itu masih ada film Ada Apa dengan Cinta? yang mengorbitkan sosok Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ke kancah perfilman yang merupakan film romance remaja. Sejak saat itu berbagai film dengan tema serupa yang dengan film Sherina (film oleh Joshua, Tina Toon), yang mirip dengan Jelangkung (Di Sini Ada Setan, Tusuk Jelangkung), dan juga romance remaja seperti Biarkan Bintang Menari, Eiffel I'm in Love. Ada juga beberapa film dengan tema yang agak berbeda seperti Arisan! oleh Nia Dinata.
Selain film-film komersil itu juga ada banyak film film nonkomersil yang berhasil memenangkan penghargaan di mana-mana yang berjudul Pasir Berbisik yang menampilkan Dian Sastrowardoyo dengan Christine Hakim dan Didi Petet. Selain dari itu ada juga film yang dimainkan oleh Christine Hakim seperti Daun di Atas Bantal yang menceritakan tentang kehidupan anak jalanan. Tersebut juga film-film Garin Nugroho yang lainnya, seperti Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, juga ada film Marsinah yang penuh kontroversi karena diangkat dari kisah nyata. Selain itu juga ada film film seperti Beth, Novel tanpa huruf R, Kwaliteit 2 yang turut serta meramaikan kembali kebangkitan film Indonesia. Festival Film Indonesia juga kembali diadakan pada tahun 2004 setelah vakum selama 12 tahun.
Saat ini dapat dikatakan dunia perfilman Indonesia tengah menggeliat bangun. Masyarakat Indonesia mulai mengganggap film Indonesia sebagai sebuah pilihan di samping film-film Hollywood. Walaupun variasi genre filmnya masih sangat terbatas, tetapi arah menuju ke sana telah terlihat.

Film pertama yang dibuat pertama kalinya di Indonesia adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp. Film ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung.[1] Setelah itu, lebih dari 2.200 film diproduksi.
[sunting] Film Indonesia Terbaik

Sudah sejak lama ada beberapa pihak baik itu institusi, media ataupun perorangan yang berusaha menggolongkan film-film Indonesia sepanjang masa yang layak menjadi film yang terbaik berdasarkan kategori-kategori tertentu. Salah satunya adalah tabloid Bintang Indonesia yang pada akhir tahun 2007 berusaha memilah film-film apa saja yang dapat dikategorikan sebagai film Indonesia terbaik. Dari 160 film yang masuk dipilihlah 25 film yang dapat dikategorikan sebagai film-film Indonesia terbaik sepanjang masa. Film-film tersebut dipilih oleh 20 pengamat dan wartawan film yakni: Yan Widjaya (wartawan film senior), Ilham Bintang (wartawan film senior), Ipik Tanojo (Bali Post), Eric Sasono (pengamat film), Arya Gunawan (pengamat film), Noorca M. Massardi (wartawan film senior), Yudhistira Massardi (Gatra), Leila S. Chudori (Tempo), Frans Sartono (Kompas), Yusuf Assidiq (Republika), Aa Sudirman (Suara Pembaruan), Taufiqurrahman (The Jakarta Post), Eri Anugerah (Media Indonesia), Sandra Kartika (Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid Teen), Telni Rusmitantri (Cek n Ricek), Ekky Imanjaya (situs Layarperak.com), Wenang Prakasa (Movie Monthly), Orlando Jafet (Cinemags), Poernomo Gontha Ridho (Koran Tempo), dan Ekal Prasetya (Seputar Indonesia)[2]. Ke-25 Film tersebut adalah:
1. Tjoet Nja’ Dhien (1986)
2. Naga Bonar (1986)
3. Ada Apa dengan Cinta? (2001)
4. Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985)
5. Badai Pasti Berlalu (1977)
6. Arisan! (2003)
7. November 1828 (1978)
8. Gie (2005)
9. Taksi (1990)
10. Ibunda (1986)
11. Tiga Dara (1956)
12. Si Doel Anak Betawi (1973)
13. (Cintaku di) Kampus Biru (1976)
14. Doea Tanda Mata (1984)
15. Si Doel Anak Modern (1976)
16. Petualangan Sherina (1999)
17. Daun di Atas Bantal (1997)
18. Pacar Ketinggalan Kereta (1988)
19. Cinta Pertama (1973)
20. Si Mamad (1973)
21. Pengantin Remaja (1971)
22. Cintaku di Rumah Susun (1987)
23. Gita Cinta dari SMA (1979)
24. Eliana, Eliana (2002)
25. Inem Pelayan Sexy (1977)
- Jurusan Filmatologi Program Studi Teori dan Estetika (S1-Terdaftar-1985)

Fakultas Film dan Televisi
- Jurusan Sinematografi: Program Studi Penyutradaraan (D3-Terdaftar-1985); Program Studi Editing (D3-Terdaftar-1985); Program Studi Tata Visual (D3-Terdaftar-1985); Program Studi Sinematografi (D3-Terdafatr-1985); Program Studi Suara (D3-Terdaftar-1985); Program Studi Animasi (D3-Terdaftar-1985); Program Studi Skenario (D3-Terdaftar-1985); Program Studi Manajemen Produksi (D3-Terdaftar-1985)

- Jurusan Filmatologi Program Studi Teori dan Estetika Film (S1-Terdaftar-1999); Program Studi Kritik dan Analisa Film (S1-Terdaftar-1999); Program Studi Semiologi (S1-Terdaftar-1999)

Harta Karun Soekarno

Bukan sekali dua kali banyak orang yang mengklaim dirinya punya akses untuk mencairkan harta peninggalan Bung Karno dan lain-lain. Katanya jumlahnya berlipat-lipat dari APBN Indonesia, bahkan katanya kalau dicairkan, hutang-hutang Indonesia yang baru akan lunas 10 turunan itu bakalan lunas nas naaas..
Saya tidak mengerti tentang kebenaran klaim-klaim tersebut. Tetapi menarik juga membaca berita hari ini di Pikiran Rakyat: Duki Temukan Emas Bergambar Bung Karno.

NURIYAN sudah melihat sendiri emas berukir foto dan nama Bung Karno yang ditemukan Duki saat meratakan lahan di Desa Kalihurip, Kec. Cikampek, Kab. Karawang, Jumat (1/8).* DEWIYATINI/"PR"
UKURANNYA memang tidak lebih dari ukuran bungkus rokok. Beratnya juga hanya sekitar 0,5 kilogram. Namun, penampilannya dan nilai yang terkandung dari benda ini, bisa membuat banyak orang tergiur untuk mendapatkannya.
Apalagi, nilai sejarahnya pun diduga akan ikut menaikkan harga benda tersebut. Di bagian penampangnya, terukir gambar lelaki dengan kopiah dan nama yang tertulis di bawahnya tidak asing lagi, “Ir. Soekarno”. Presiden RI pertama. Bahkan, di sisi kanan dan kirinya menempel tulisan “GOLD” dan “24 KARAT”.
Ya, itulah benda yang ditemukan Duki (40). Warga Desa Kalihurip Kec. Cikampek Kab. Karawang tersebut yang menemukan emas batangan itu. Tepatnya, Kamis (24/7) lalu, ia menemukannya ketika meratakan tanah yang letaknya bersebelahan dengan gerbang tol Kalihurip 2. Di lahan tersebut akan dibangun musala.
“Saya menemukannya waktu mencangkul. Dalam galiannya sekitar 75 sentimeter,” kata Duki yang ditemui di rumahnya, Jumat (1/8).
Ia meratakan lahan itu karena disuruh oleh Nuriyan, seorang pengurus pusaka dari Cirebon. Bersama Amil Kasim dan Salim, Duki menyelesaikan perataan lahan, yang semula kawasan itu disebut Sumur Dua karena ada dua sumur yang menjadi sumber mata air dan tidak terurus.
“Sebenarnya, saya tidak ingin menginformasikan penemuan ini. Saya khawatir, nantinya lahan yang semula akan dijadikan tempat ibadah, malah digali mencari emas,” ujar Nuriyan, yang mengaku belum memeriksa keaslian emas batangan tersebut.
Kades Kalihurip Eman Sulaeman membenarkan adanya penemuan itu. Akan tetapi, ia belum melihat langsung benda tersebut. Ia mengatakan bahwa lahan itu milik warganya dan telah dimintakan izin.
Lahan itu merupakan milik Budi yang luasnya 4 hektare. Saat Nuriyan meminta izin untuk membangun musala, Budi mengizinkannya. Menurut Nuriyan, penentuan lokasi pembangunan musala itu didapatkan dari petunjuk leluhurnya. Ia menyebut, tujuannya hanya untuk melestarikan peninggalan leluhur yang dinamai “Sumur Pusaka Cikahuripan”.
Kini, emas batangan itu berada di tangan Kasim. Ia tidak bermaksud untuk menjualnya atau menyerahkannya kepada pemerintah. Malahan, Nuriyan bermaksud menjaganya sebagai bagian dari pusaka peninggalan leluhur. Ia juga berharap lokasi itu tidak didatangi banyak orang untuk mencari emas-emas lainnya yang diduga peninggalan Bung Karno ketika singgah di Karawang.
Misteri Harta Karun Soekarno
HARTA karun peninggalan mantan presiden Soekarno selama ini masih misteri, bahkan tak sedikit yang meragukannya. Kasus kegagalan pencarian harta peniggalan Prabu Siliwangi di Istana Batutulis beberapa waktu lalu, sepertinya memupus harapan orang untuk memercayai hal-hal yang sulit dibuktikan kebenarannya.

Harta Karun Soekarno !
HARTA karun peninggalan mantan presiden Soekarno selama ini masih misteri, bahkan tak sedikit yang meragukannya. Kasus kegagalan pencarian harta peniggalan Prabu Siliwangi di Istana Batutulis beberapa waktu lalu, sepertinya memupus harapan orang untuk memercayai hal-hal yang sulit dibuktikan kebenarannya.



Namun lelaki yang menyebut diri satria piningit bernama Soenuso Goroyo Soekarno mengaku dapat mengangkat peninggalan Presiden Pertama RI itu. Bentuknya berupa ratusan keping emas lantakan, platinum, sertifikat deposito obligasi garansi, dan lain-lain. ”Ini baru sampel dan silakan mengecek kebenarannya. Jika bohong, saya siap digantung,” katanya, Jumat kemarin, kepada pers.

Mantan anggota TNI yang dahulu bernama Suwito itu sengaja mengundang wartawan di rumahnya, Perumahan Cileungsi Hijau, daerah perbatasan Bogor-Bekasi, untuk menyaksikan temuannya. Di rumahnya yang cukup megah disiapkan hidangan layaknya orang hajatan. Maklum, Goroyo, begitu dia biasa disapa, juga mengundang Pangdam Jaya, Kapolda, dan anggota Muspida. Tetapi dari mereka, tak ada pejabat datang.

Kepada tamunya, suami RA Lastika ini memperlihatkan peti besar berisi ratusan keping emas lantakan, masing-masing beratnya 8 ons bergambar Soekarno dan di baliknya ada gambar padi dan kapas. Pada satu sisinya ada tulisan 80 24K 9999. Sementara itu emas putih (platinum) juga berbentuk lantakan berlogo tapal kuda putih bertulisan JM Mathey London. Logam itu dibungkus emas dan bersertifikat emas pula.
Meskipun bersertifikat dan diyakini keasliannya, pada kesempatan itu tidak dihadirkan orang yang mengetahui emas atau pakar yang bisa memastikan asli atau tidak harta benda tersebut.

Memberi Kuasa
Peninggalan lain berupa sertifikat deposito bertanggal 16 Agustus 1945 yang dikeluarkan oleh BPUPKI yang menyebut sejumlah harta yang disimpan di suatu tempat. Ada pula sertifikat berbahasa Inggris yang juga disegel dan ditulis di atas lembar kuningan. Sertifikat itu ada yang bertuliskan ”Hibah Substitusi” yang dipercayakan kepada R Edi Tirwata Dinata (108).Yang terakhir ini, konon karena sudah tua, lantas memberikan kuasa kepada R Anton Hartono untuk mengurus harta benda yang disimpan di Swiss. Bentuknya mikrofilm, dua lembar dokumen, anak kunci boks deposit di JBS, Jenewa, dan dua buah koin.

Di dalam sertifikat itu disebutkan, ada dana berjumlah 126,2 miliar dolar AS dan 63,10 miliar dolar AS.”Insya Allah, jika saya diberi izin, semua harta peninggalan Bung Karno ini bisa membayar utang kita. Saya yakin bisa melaksanakannya,” ungkap Goroyo sembari membantah dirinya paranormal. Dia juga membantah berambisi menjadi presiden atau jabatan politis lain. ”Semua saya lakukan dan beberkan untuk membangun negara kita,” tegasnya.Saat mendekati rumahnya, di pintu gerbang perumahan dan di depan rumahnya terpampang spanduk putih bertulisan merah,

”Satrio Piningit Soenuso Goroyo Soekarno sang Juru Selamat Telah Hadir di Bumi Indonesia.”Namun wartawan yang datang sejak pukul 11.00, baru diterima seusai shalat jumat. Goroyo mengenakan stelan jas putih, sepatu putih, mirip yang dikenakan Presiden Soekarno.Di ruang tamunya juga dipajang foto dirinya bersama seorang jenderal. Ada pula yang memperlihatkan saat dirinya menjadi anggota Batalyon Arhanud SE 10/Kodam Jaya. Namun, dia enggan membeberkan latar belakang jati dirinya. ”Saya ini orang susah. Jadi tentara pangkatnya juga di sini (memegang lengannya). Jika saya pakai pakaian seperti ini, hanya model. Kebetulan saya suka,” tuturnya.

Proses Pencarian

Goroyo mengemukakan, dia hanya ingin ada saksi dari aparat soal harta temuannya itu. Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden Megawati dan diharapkan bisa melunasi utang luar negeri pemerintah. ”Saya tidak ingin imbalan apa pun termasuk jabatan. Saya hanya butuh pengakuan dan surat kuasa untuk meneruskan pencarian harta ini. Namun tampaknya Kapolda dan Kapolri berhalangan.”


Dia menceritakan proses pencarian harta tersebut. Diawali dari kebiasaannya bertirakat di berbagai tempat, lantas mendapatkan petunjuk. Petunjuk awal adalah sebuah tongkat wasiat yang diyakini tongkat komando milik Presiden Soekarno yang kemudian disimpannya hingga kini.Selanjutnya, dengan tirakat pula, secara gaib harta benda itu bisa diangkat dari beberapa daerah di Bali, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan. ”Meskipun benda ini kini nyata, tapi awalnya adalah harta gaib. Jadi, mengambilnya juga dengan cara gaib. Saya tidak boleh memilikinya. Saya diperintahkan menyerahkan kepada negara untuk menyelamatkan bangsa,” paparnya.Ketika disinggung, kenapa justru membeberkan kepada wartawan, bukan langsung menyerahkan kepada pemerintah, Goroyo menyatakan dirinya sudah capai berhubungan dengan pejabat. Awalnya dia melapor kepada Presiden Megawati, tapi tidak digubris. Kemudian kepada mantan atasannya, Kol Art Harus Putri Osa, Dan Men Arhanud I Kodam Jaya, ke Mabes TNI, bahkan juga dilaporkan kepada anggota DPR Permadi SH.

Namun semua seperti tidak menghiraukannya. ”Karena itu, saya mengundang rekan-rekan wartawan untuk menyaksikan langsung,” ujar Goroyo sembari menegaskan, sebagai satria piningit dirinya mengemban tugas menyelamatkan bangsa. Sebutan satria itu dia jelaskan, tidak ada kaitannya dengan ramalan yang pernah diucapkan Permadi bahwa negeri ini akan dipimpin satria piningit.
Katanya pada tahun sebelum 1945 tp dalam penjajahan jepang soekarno tuh naru duid di bawah tanah yang Jumlahnya treliunan.. Dan sekarang yang g tau anak pertama dari istri keduanya udah Nemui 1miliar dengan bantuan para normal(tentunya saja uang zaman dulu).. Nah lo tw gak sehh !! dulu soekarno naruh uangnya dengan 15 lebih truk di masukan ke dalam lobang tanah yang dalam bersama truk truk nya .. lalu soekarno meMbunuh semua orang yang Telah Ikut membantu memasukann truknya.. sampai ada 1 orang tentara yang lolos.. nah tentara itu berhasil menyelamatkan diri dan bertemu istri keduanya soekarno.. dan akhirnya pun anaknya tau dan sekarang masih mencari harta yang di tinggalkan soekarno..
N satu lagi,, waktu paranormalnya nyari uang yg di dalem tanah itu gk pake pengeboran ato alat pembantulainnya ,, itu pake jin dan jenglot.. Anak keduanya mencari uangnya dengan para normal karena sebelumnya ia sudah pernah mencari dengan mesin pembantu untuk menggali tanah . Lalu hasilna ENOL lalu ia mencoba untuk memakai paranormal dalam pencariannya,, kata si paraNormal harta itu di jaga jin peliharaannya soekarno ,, sampai sampai paranormalnya untuk mengambil hartanya pun tidak 1 orang ,, bahkan sampai 5 orang..

video TRIK JITU KESUKSESAN, DIJAMIN !



TANDA PENGORBANAN CINTA

Makna Sejati Berkurban..

Subhaanallah, Dialah Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia tiada seorang hamba pun yang pasrah, patuh, mendekat, dan rindu kepada-Nya melainkan Dia akan memuliakan hamba-Nya itu dengan kemuliaan derajat dan berbagai karunia yang besar. Sungguh, segala puji bagi-Nya, Dialah Allah yang telah menunjukkan jalan-jalan kemuliaan kepada hamba-hamba-Nya; yakni dengan mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh para Rasul-Nya, para Nabi-Nya, dan para kekasih-Nya. Ucapan sanjungan shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad Ibn ‘Abdillah, serta kepada para Rasul para Nabi dan hamba-hamba Allah yang sholeh yang mengikuti petunjuk-Nya.
Saudaraku tercinta, tiada satu kisah pun yang Allah cantumkan di dalam Al-Qur’an melainkan di sana terkandung pelajaran yang amat berharga bagi setiap hamba-Nya yang mendambakan rahmat-Nya. Salah satunya ialah kisah tentang kepatuhan Nabi Ibrahim As. dalam melaksanakan perintah Allah agar Nabi-Nya itu mengkurbankan anaknya Nabi Ismail As., yang sebelumnya adegan berkurban itu telah didahului pula oleh kisah Habil dan Qabil yakni anak dari Nabi Adam As dengan istrinya Siti Hawa. Yakni Habil dan Qabil mempersembahkan hewan kurban mereka kepada Allah SWT, namun hanya persembahan kurban Habil yang diterima. Kisah ini selanjutnya disampaikan Allah SWT khusus kepada Muhammad Ibn Abdillah Sang Rasul pilihan-Nya SAW, yakni dengan tujuan agar Ummat Islam yang mengikuti beliau menjalankan pula perintah ibadah berkurban kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Hal itu pun dicontohkan sendiri oleh Rasulullah SAW dengan selalu menyembelih 2 ekor domba untuk hewan kurban setiap tahun. Sehingga pada setiap Hari Raya Idul Adha ummat Islam menyelenggarakan pemotongan hewan kurban dan pembagiannya kepada ummat terutama kaum dhuafa. Jika setiap tahun kita menyelenggarakan amaliah kurban tersebut, lalu apakah sebagai ummat kita sudah benar-benar memahami makna sejati daripada ibadah kurban tersebut ?. Ini penting agar rutinitas tahunan yang biasa kita lakukan tidak menjadi ritual kosong belaka.
Bagi seorang hamba yang sangat mendambakan rahmat Tuhannya, apapun cara dan langkahnya selayaknya akan ditempuhnya demi meraih apa yang didambakannya. Sesungguhnya untuk itulah Allah SWT menurunkan perintah berkurban, yakni untuk menguji hamba-hamba-Nya yang benar-benar mendambakan karunia rahmat-Nya. Adapun puncak daripada karunia rahmat Allah SWT ialah keridhoan-Nya dan kecintaan-Nya atas hamba-Nya. Jika seorang hamba menyatakan bahwa ia sangat ingin menjadi hamba Allah yang mendapatkan keridhoan dan kecintaan Allah SWT, maka sudah tentu ia harus membuktikan kerelaannya dan kepatuhannya untuk melaksanakan segala perintah Allah SWT.
Saudaraku tercinta, Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang memerlukan persembahan harta dan jiwa, sebagaimana ibadah Haji dan Jihad. Seorang muslim yang yang ingin berkurban, maka ia harus menginfakkan sebagian hartanya berupa hewan kurban untuk disembelih.
Ibadah kurban, sejatinya ialah bentuk “tanda pengorbanan Cinta” kita kepada Allah SWT Sang Maha Pencipta. Dikatakan demikian, karena seorang hamba yang berkurban hakikatnya adalah sedang mengusahakan suatu perbuatan yang bisa mendekatkan dirinya pada Allah SWT, sebagaimana kata kurban itu sendiri secara bahasa berasal dari akar kata bahasa Arab yakni Qorroba-yuqorribu-qurbaanan yang berarti “mendekat” demi meraih kecintaan dan keridhoan Allah SWT. Coba kita perhatikan firman Allah SWT dalam Al- Qur’an, surat Ash-Shoffat ayat 101-105:
{Maka kami kabarkan berita gembira untuknya (Nabi Ibrahim As) tentang kelahiran seorang anak laki-laki yang penyabar}101. {Maka ketika Ia (Nabi Ismail As) telah mencapai usia anak-anak, ia (Nabi Ibrahim As) berkata “Wahai anakku, sebenarnya aku bermimpi menyembelihmu, lalu apakah pendapatmu ?, ia (Nabi Ismail As) menjawab “Wahai ayahku lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) padamu, insya Allah engkau akan mendapatiku seorang dari golongan yang sabar}102. {Maka ketika keduanya telah menyerahkan/memasrahkan dirinya (kepada Allah), dan ia (Nabi Ibrahim As) telah meletakkan pelipisnya (Nabi Ismail) }103. {Dan Kami berseru memanggilnya “wahai Ibrahim !}104. {Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu !, sesungguhnya begitulah Kami memberi ganjaran (pahala kebaikan/kemuliaan) kepada orang-orang yang baik. }105.
Informasi yang kita dapatkan dari ayat di atas adalah Allah SWT mengaruniai Nabi Ibrahim nikmat dan kabar gembira berupa kelahiran Nabi Ismail As setelah sebelumnya beliau berdoa kepada-Nya memohon keturunan yang sholeh. Adapun pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kisah diatas adalah setelah itu Allah SWT bermaksud menguji keimanan, keyakinan, keikhlasan, kesabaran, kepasrahan, ketulusan dan kepatuhan hamba-hamba-Nya, yakni Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Dan bukan main, Ujiannya ialah berupa perintah Allah SWT dalam bentuk mimpi yang dialami Nabi Ibrahim As. untuk mengurbankan anaknya. Padahal Nabi Ibrahim dan Istrinya sedang sangat berbahagia dengan kehadiran anak laki-laki mereka itu. Menghadapi ujian itu tentulah terjadi proses perang batin dalam diri Nabi Ibrahim As. Sebab sebagai manusia, ia perlu meyakinkan dirinya, menghilangkan segala keraguan, mengalahkan egonya, melawan gangguan bisikan syaithan, dan menyerahkan segala kepatuhannya kepada kehendak Tuhannya. Disinilah Nabi Ibrahim berjuang (berjihad) melawan kehendak ego dan hawa nafsunya dirinya sendiri untuk dapat rela mengorbankan kepentingan dirinya, kehendak jiwanya dan kecintaan pada harta/keluarganya, demi meraih cinta dan keridhoan Tuhannya. Nabi Ibrahim As pun berhasil menunjukkan kepada Allah yang Maha Agung bahwa ia hanyalah seorang hamba yang tidak dapat berbuat apa-apa jika Tuhannya sudah menetapkan suatu kehendak. Lebih dari itu ia telah menunjukkan bahwa lebih mementingkan dan mendambakan cinta Tuhannya daripada cintanya pada harta dan keluarganya. Walhasil, Nabi Ibrahim telah menunjukkan “tanda pengorbanan cintanya” kepada Allah SWT. sehingga Allah SWT pun mengangkat dan merestuinya menjadi sang Khaliilullah yakni kekasih terdekat Allah ‘Azza Wa Jalla. Serta merta Allah membanggakannya dalam firman-Nya: {“Sungguh inilah ujian yang amat nyata(beratnya) } 106. {Dan Kami tebus itu dengan sembelihan yang agung}107. {Dan Kami langgengkan (kisah) itu dikalangan orang-orang sesudahnya} 108. {Salam sejahtera atas Ibrahim}109. {Sungguh ia termasuk dari golongan hamba-hamba Kami yang beriman}.110. Dan atas pengorbanan agung itu, karunia Allah tidak berhenti sampai di situ, sebab Allah pun mengabarkan berita gembira tentang kelahiran Ishaq, seorang anak yang shalih yang akan menjadi Nabi, sebagaimana Ismail juga sebelumnya dijadikan seorang Nabi. Dari nabi Ismail inilah Nabi Ibrahim mendapat keturunan seorang Muhammad SAW sang Nabi sekaligus Rasulullah yang menjadi Habiibullah yakni kekasih tercinta pilihan Allah, yang pribadinya menjadi cerminan mahluk teragung di dunia dan akhirat. Subhaanallah !
Anaknya pun tak kalah hebatnya dengan ayahnya. Saat ayahnya bertanya kepadanya, ia dapat menjawab singkat dan jawabannya itu sangat mengagumkan bijaksana sekali penuh dengan ketenangan dan kesabaran. “Wahai ayahku, lakukanlah jika memang itu perintah !”. terlebih lagi saat ia telah dibaringkan untuk disembelih oleh ayahnya, sungguh Nabi Ismail As telah menunjukkan kepatuhan dan ketundukannya pada kemuliaan ayahnya sebagai seorang utusan Allah, juga kepada perintah Allah SWT. Walhasil ia pun telah berhasil menunjukkan “tanda pengorbanan cintanya” kepada Tuhannya. Sehingga pengorbanan keduanya diterima di sisi Allah SWT dan Nabi Ismail As pun mendapat gelar Dzabiihullah yakni sembelihan Allah SWT.
Nabi kita yang sangat masyhur pun yakni Nabi Muhammad SAW telah berhasil menunjukkan semua “tanda pengorbanan cintanya” kepada Allah SWT, dengan melalui segala rintangan dan hambatan, hinaan, pemboikotan, ancaman pembunuhan, berbagai peperangan, dalam menegakkan semua perintah Allah dan panji-panji Islam. Di samping beliau menampilkan sosok dirinya yang berkepribadian nan tinggi dan agung untuk menjadi contoh pelajaran bagi seluruh ummat manusia. Semua itu disimbolkan dengan cara beliau berkurban menyembelih hewan ternak setiap tahun. Sebagai ungkapan persembahan kepada Allah yang Maha Agung, menjalankan perintah-Nya, dan menyempurnakan ibadah Nabi-Nabi pendahulunya.
Lalu apa buktinya menyembelih hewan kurban itu merupakan bentuk persembahan “tanda pengorbanan cinta” kepada Allah SWT ?
Saudaraku tercinta, jika benar-benar ingin menjadi hamba Allah yang mendapat keridhoan dan kecintaan-Nya, maka hendaknya kita pun membuktikan keinginan itu dengan berusaha mengerahkan segala usaha yang bisa mendekatkan jiwa kita kepada Allah serta meraih ridho-Nya. Adapun perkara yang paling disukai Allah SWT ialah berkorban dengan harta dan jiwa di jalan Allah SWT. Maksudnya menjalankan segala ibadah yang diperintahkan-Nya dan disukai-Nya dengan segenap ketulusan hati yang disertai ketakwaan kepada-Nya. Berkurbanlah dengan harta kita (kecintaan kita kepada materi / mahluk), dan berkurbankanlah dengan jiwa kita (dengan menampilkan keshalehan akhlak kepribadian dan kebersihan hati yang penuh ketakwaan). Dalam hari raya Idul Adha, kedua hal tersebut bisa kita raih. Hewan kurban yang disembelih sebenarnya hanyalah simbol dari sesuatu yang bernyawa/hidup disembelih sehingga mati lalu diserahkan kepada yang memilikinya. Artinya hendaknya seorang muslim menyerahkan segala urusan hidup dan matinya kepada Allah SWT yang Maha Memiliki lagi Maha Menguasai kehidupan dan kematian. Disamping hewan kurban itu sendiri merupakan binatang ternak yakni harta manusia atau paling tidak dibutuhkan dana yang lumayan besar untuk membeli hewan kurban, itu artinya kita dianjurkan mengeluarkan sebagian harta yang kita sukai untuk diinfakkan di jalan Allah SWT. Bukankah Allah telah menegaskan dalam firman-Nya: {Kamu sekali-kali tidak akan pernah sampai pada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu dapat menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah SWT mengetahuinya}. {Qs.Al-Imran: 92}.
Adapun untuk menginfakkan sebagian harta yang kita cintai tidaklah mudah, dibutuhkan keimanan kepada Allah SWT, juga keikhlasan, keyakinan akan janji karunia pahala dan rahmat dari Allah, serta menundukkan ego pribadi, kepentingan pribadi, dan menyisihkan setiap bentuk kekotoran hati. Bukankah kita dianjurkan berpuasa sunnah sebelum hari raya Idul Adha ? Agar ketakwaan kita kembali terasa. Bukankah Allah menegaskan dalam Al-Qur’an, bahwa hewan kurban yang kita sembelih, dagingnya dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan kitalah yang akan sampai kepada Allah. Jadi ibadah kurban bukanlah ibadah mempersembahkan daging atau darah kepada Allah sebagaimana pernah dilakukan orang-orang jahiliah. Tapi ibadah kurban ialah ibadah mempersembahkan ketakwaan diri kepada Allah SWT Sang Maha Pencipta. Untuk lebih meyakinkan, coba kita kembali cermati apa yang terjadi pada kisah kurban Nabi Ibrahim As atas anaknya Nabi Ismail As yang lalu. Dipenghujung kisah tersebut Allah SWT segera mengganti posisi Nabi Ismail yang telah dibaringkan siap untuk disembelih dengan seekor domba yang besar. Mengapa demikian ? jawabnya bisa jadi jika penyembelihan ayah dan anak itu terjadi, maka betapa tragisnya peristiwa itu tergambarkan. Manusia pun akan mengatakan itu adalah tragedi pembunuhan ayah atas anaknya. Atau mungkin sebagian orang akan mengatakan “masa Tuhan menyuruh seorang ayah membunuh anaknya ?!”, “kenabian macam apa yang wahyunya berupa pembunuhan anak, kejahatan kemanusiaan dalam keluarga, bagaimana bisa didakwahkan dimasyarakat ?!”. Maka Maha Benarlah Allah dengan segala firman-Nya. Tepat sekali keputusan Allah SWT mengganti sembelihan Nabi Ibrahim dengan seekor domba yang besar. Lalu apakah hanya berhenti sampai disitu ?, apakah perjuangan Nabi Ibrahim menaiki tangga-tangga keimanan dan ketaqwaan hanya diganti dengan seekor domba yang besar ?! Tentu saja Allah yang Maha Agung mengganjar seorang Nabi-Nya yang patuh itu dengan kemuliaan dan ketinggian derajat. Untuk itu Allah Swt. menegaskan dalam firman-Nya bahwa sembelihan itu diganti dengan “dzibhin ‘azhim” yakni berarti pengorbanan yang agung, (lihat Al-Qur’an surat Ash-Shofat ayat 107). Perhatikanlah kata “‘azhim” dalam ayat tersebut, yakni kata Bahasa Arab yang berarti “agung”, dan tidak mungkin Allah menyebut “kambing yang agung”, sebaliknya akan sangat pas jika dimaknai “pengorbanan yang agung”, maksudnya kepatuhan Nabi Ibrahim As. atas semua perintah Allah, itu diakui sebagai perjuangan beliau menuju ketaqwaan kepada Allah yang mengantarkannya sampai pada derajat kemuliaan yang agung “khalilullah” yakni kekasih Allah yang terdekat. Hal tersebut pun memang sesuatu yang sangat agung, bagaimana tidak ? Seorang hamba dituntut untuk dapat berkorban dengan segenap harta dan jiwanya agar dapat lebih dekat di sisi Tuhannya. Jadi, hewan kurban yang disembelih itu, hanyalah simbolisasi daripada pengorbanan seorang hamba atas hartanya sekaligus menunjukkan kecintaannya kepada sesama manusia dan Tuhannya. Sehingga dengan kata lain, jika di antara kita memiliki harta maka dermakanlah sebagiannya, jika memiliki ilmu maka amalkanlah, jika memiliki tenaga maka bantulah, jika memiliki waktu maka berpartisipasilah, jika memiliki umur maka manfaatkanlah. Adapun berkurban dengan jiwa adalah berkurban dengan keimanan, kebersihan hati, dan ketaqwaan.
Memperingati Idul Adha, maka ingatlah bahwa inilah saatnya kita menunjukkan “tanda pengorbanan cinta” kita kepada sesama manusia, terlebih kepada Sang Maha Pencipta.

RESENSI FILM

KETIKA CINTA BERTASBIH
film Indonesia pertama yang mengambil latar sepenuhnya di bumi Mesir

Jodoh itu ditangan Tuhan, namun manusia wajib berusaha dan berdoa. Itulah pesan yang ingin disampaikan Sutradara Chairul Umam. Dengan mengadaptasi sebuah novel best seller karya penulis besar Habiburrahman El Shirazy, ia berhasil menyuguhkan kepada penonton sebuah detail yang cukup mengagumkan dari pemandangan Mesir dengan Pyramid, Sphinx, Sungai Nil, Kota Alexandria, Banteng Qait Bait, dan juga indahnya laut Mediterania yang sungguh menakjubkan Semua itu ia rangkum dalam film drama religi terbarunya, KETIKA CINTA BERTASBIH. Dalam film ini, Chaerul seakan mengajak penonton menyelami dunia seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Mesir. Kebimbangan melanda diri Azzam, karena didalam ajaran Islam tidak mengenal istilah pacaran, yang ada hanyalah “ta’aruf”. Dan selama menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo, Azzam juga harus bekerja keras menghidupi ibu dan adik-adiknya di kampung. Berhasilkah Azzam menemukan jodoh lewat jalan yang ditetapkan ajaran agamanya tersebut?
Kejelian strategi rumah produksi Sinemart dengan memasang bintang-bintang baru memungkinkan karakter dalam film ini bisa secara bebas terbentuk. Ternyata tidak hanya para pendatang baru saja, dalam film ini juga bermain aktor dan aktris kawakan seperti Deddy Mizwar, Niniek L. Karim, El Manik, Slamet Raharjo, Aspar Paturusi dan juga Didi Petet. Uniknya lagi sang penulis Habiburrahman El Shirazy dan Tokoh Islam Prof.dr. Din Syamsudin seakan tidak mau ketinggalan untuk ikut ambil bagian meramaikan film ini.
Film yang paling ditunggu-tunggu tahun 2008 ini akhirnya dapat memunculkan wujudnya di pertengahan tahun 2009 ini. Setelah beberapa bulan dilewati dalam pengambilan gambar di bumi Mesir, seluruh kru dan para pemain dapat menghembuskan nafas lega ketika film ini rampung. Kabarnya, film ini merupakan gabungan dari dua novel KETIKA CINTA BERTASBIH karangan Habiburrahman El Shirazy yang belum cukup puas dengan mengadaptasi novel sebelumnya yang berjudul AYAT AYAT CINTA ke layar lebar arahan sutradara Hanung Bramantyo tahun 2008 lalu.
Film ini masih memakai strategi yang dimiliki AYAT AYAT CINTA sebelumnya, yaitu dengan merilis album soundtracknya terlebih dahulu sebelum filmnya beredar. Akan tetapi, kita telah dapat menyaksikan sebuah perjuangan cinta yang bertasbih di bioskop-bioskop tanah air mulai 11 Juni 2009 .

RESENSI FILM

RESENSI FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN


Para Pemain : Revalina S. Temat, Joshua Pandelaki, Widyawati, Oka Antara, Reza Rahadian, Francine Roosenda
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produser : Hanung Bramantyo
Penulis : Hanung Bramantyo, Ginatri S. Noor
Produksi : Starvision
Jenis Film : Drama
Film bertemakan Islam kini kembali di rilis oleh sang Sutradara handal Hanung Bramantyo yang baru-baru ini telah menghasilkan film Ayat-Ayat Cinta yang menjadi Box Office. Kali ini Hanung mengangkat tema tentang Hak Asasi Manusia dimana hak-hak kaum wanita merasa ditindas dalam ajaran agama Islam.
Film mengambil setting pondok pesantren Al Huda di Jawa Timur, di mana seorang perempuan bernama Anissa (Revalina S. Temat) putri dari kyai Salafiah pendiri pondok pesantren Al Huda merasa hak-haknya tidak di hargai di mata kaum lelaki. Dan dia ingin merubah semua anggapan itu dan bebas bagaikan burung yang terbang di langit.
Perempuan makhluk istimewa dengan segala keindahannya, makhluk yang sering dianggap lemah namun menyimpan kekuatan besar. Wanita juga boleh dibilang selalu menjadi ‘makhluk kelas dua’ jika dibandingkan dengan lawan jenisnya, laki-laki. Kebebasannya sering dianggap tabu, keputusannya dianggap berlawanan, padahal sejatinya perempuan dan laki-laki adalah pelengkap antara satu sama lain.
Bukan hal yang baru pula kalau laki-laki malah menjadi penindas bagi perempuan, perempuan menjadi warga negara kelas dua. Ditindas hak-haknya dan dilupakan suaranya. Di sisi lain emansipasi perempuan terus digaungkan. Sayangnya, kesetaraan hak itu bukanlah sesuatu yang bersifat evolusi namun paralel.
Di suatu waktu ada perempuan yang menjadi presiden tapi pada waktu yang sama ada perempuan yang di tekan, di paksa menghentikan pendidikannya, mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau di jual oleh keluarganya sendiri. Berbicara mengenai kebebasan kaum perempuan, selalu tidak terlepas dari norma-norma adat, tradisi bahkan agama. Islam merupakan agama mayoritas Negara ini sering kali di kaitkan dengan topic kebebasan pihak perempuan, di anggap berat sebelah karena lebih memihak atas kepentingan kaum lelaki. Ayat-ayatnya menjadi alat untuk membungkam perempuan, sebuah fenomena pro dan kontra yang terus berlanjut hingga saat ini.
Membaca fenomena yang terjadi, starvision mencoba menghadirkan film terbarunya yang berjudul “PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN”, dengan arahan sutradara berbakat Hanung Bramantyo. Film yang di ambil dari karya novel Abidah El Khalieqy ini adalah film tentang salah satu dunia paralel perempuan. Berkisah tentang Anissa, seorang perempuan dari pesantren yang berjuang untuk mendapatkan haknya. Hak untuk memilih hidup tanpa ada tekanan, termasuk juga tekanan yang mengatasnamakan agama. Ini kisah tentang perempuan yang percaya kalau agamanya, islam, yang akan membawa kebebasannya sebagai manusia bukan malah mengurungnya.
Dalam press conference yang berlangsung di Planet Hollywood (12/1), Hanung mengatakan bahwa ia sadar hal ini adalah sesuatu hal yang sensitif sifatnya dan mengundang kontroversi. Namun ia mengajak para penonton untuk menelaah lebih dalam, jauh dari wacana islam serta pertentangannya. Ia juga mengatakan bahwa semua di sajikan berimbang, hingga tidak ada unsur menghakimi. Sementara dari sisi sang penulis, ketika di tanyakan seberapa besar penyajian film dengan isi novel yang ia tulis. Abidah mengatakan meski ada beberapa hal yang ingin di artikulasikan dalam film namun hal itu tidak terjadi. Ia menganggap pihak sutradara begitu apik mengemas film ini menjadi lebih ringan penyajiannya namun tidak melepas inti dari isi cerita.
Film “PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN” adalah kisah untuk anda yang percaya tentang pentingnya kebebasan seorang manusia.


Para Pemain : Revalina S.Temat, Joshua Pandelaki, wieke Widyawati, Oka Antara, Reza Rahadian, Francine Roosenda
Sutradara : Hanung Bramantyo
Produser : Hanung Bramantyo
Penulis : Hanung Bramantyo, Ginatri S. Noor
Produksi : Starvision
Jenis Film : Drama
Film bertemakan Islam kini kembali dirilis oleh sang Sutradara handal Hanung Bramantyo yang baru-baru ini telah menghasilkan film Ayat-Ayat Cinta yang menjadi Box Office. Kali ini Hanung mengangkat tema tentang Hak Asasi Manusia dimana hak-hak kaum wanita merasa ditindas dalam ajaran agama Islam.
Film mengambil setting Pondok Pesantren Al Huda di Jawa Timur, dimana seorang perempuan bernama Annisa (Revalina S. Temat) putri dari kyai Salafiah pendiri Pondok Pesantren Al Huda merasa hak-haknya tidak dihargai dimata kaum lelaki. Dia ingin merubah semua anggapan itu dan bebas bagaikan burung yang terbang di langit.
Dalam pondok pesantren tersebut, para santri diajarkan ilmu-ilmu tentang hidup berdasarkan agama Islam. Bagi Ayah Annisa, ilmu sejati dan benar hanyalah Qur’an, Hadits dan Sunnah. Buku modern dianggap menyimpang. Annisa merasa bosan dengan ajaran yang merasa menyudutkan kaum wanita.
Satu-satunya teman Annisa yang mengerti akan dirinya adalah Khudori (Oka Antara) yang tak lain adalah Pakleknya (Paman dari pihak Ibu) sendiri. Hari-hari Annisa begitu bahagia ketika bersama Khudori, Annisa merasa terhibur dan mendapat ilmu baru bersama Khudori. Diam-diam Annisa jatuh hati dengan Khudori. Khudori menyadari hal itu dan iapun merasa tidak pantas bersanding dengan keluarga Kyai Salafiah.
Sampai akhirnya Khudori memutuskan sekolah ke Kairo demi melupakan cintanya. Dari sinilah awal mula cinta Annisa terputus. Annisa diam-diam mendaftarkan diri kuliah ke Jogja dan di terima. Namun, ayah Annisa bersih keras tidak mengizinkan anak gadisnya untuk dilepas sendirian dengan alasan tidak ada muhrim dan takut menimbulkan fitnah.
Akhirnya Annisa dinikahkan dengan Samsudin (Reza Rahadian) putra dari Kyai pendiri pondok pesantren Salaf terbesar di Jawa Timur yang sering membantu pondok Ayah Annisa. Meski Annisa menolaknya, tapi pernikahan tetap harus dilangsungkan. Sebelum menikah. sifat dan watak Samsudin baik-baik saja. Namun setelah menikah maka terlihatlah watak asli dari suaminya tersebut. Akhlak baik yang selama ini ditunjukkan didepan keluarga Annisa ternyata hanya bohong belaka
Annisa dipertemukan lagi dengan Khudori dan keduanya sama-sama saling mencintai. Hati Annisa berontak ingin minta cerai tapi tidak terkabul. Lalu Annisa menemui Khudori di kandang kuda dan meminta Khudori untuk menodai dirinya dengan alasan bisa cerai dari suaminya yang biadab itu. Tapi Khudori menolaknya dia masih berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan masih menghormati Perempuan.
Kejadian itu dipergoki oleh Samsudin sendiri, karena dia sudah menaruh curiga dari awal. Samsudin menyeret kedua Insan berlainan jenis itu di hadapan para Santri dan Kyai. Samsudin menuduh istrinya berselingkuh dengan Khudori dan Samsudin meminta keadilan menurut hukum Islam yaitu menghujam pasangan yang berselingkuh dengan batu. Seketika itu Ayah Annisa meninggal karena serangan Jantung.
Annisa melanjutkan hidupnya seorang diri ke Jogja meneruskan cita-citanya yang belum tercapai. Dia ingin merubah pondok pesantren menjadi pondok modern, yang santrinya tidak belajar Ilmu-ilmu Islam yang dirasa sangat menyudutkan kaum perempuan. Dia ingin santrinya menjadi modern dalam dunia pendidikan dan dalam mengarungi bahtera kehidupan.
Lagi-lagi Annisa dipertemukan dengan Khudori. Memang kalau jodoh itu tidak lari kemana-mana. Niat Annisa yang ingin hidup bebas dari kenangan masa lalu ternyata tidak bisa dipungkiri karena Khudori hadir dalam kehidupan Annisa lagi. Akhirnya Khudori melamar Annisa dan Annisapun menerima lamaran Khudori yang jelas-jelas Annisa mengharapkan Cinta Khudori dari dulu.
Akhirnya pasangan serasi itu dikaruniai seorang putra. Demi menjaga keselamatan bersama, mereka pulang kampung ke rumah orang tuanya yang ada di pondok pesantren. Belum tenang hati Annisa untuk bahagia hadirlah Samsudin mantan Suami Annisa yang sekarang menjadi rentenir (penagih hutang) di pondok yang sekarang diurus oleh kakaknya sejak Ayahnya meninggal. Karena untuk mencukupi biaya pondok tidak bisa mengharapkan dari ladang tebu yang dikelolanya, akhirnya kakaknya hutang ke Samsudin.
Annisapun meminta kepada Khudori untuk segera pulang ke Jogja karena dia tidak betah lagi berada disana. Bayang-bayang masa lalu selalu saja menghantuinya.
Takdir berkehendak lain. Di tengah perjalanan membeli tiket ke Jogja, Khudori mendapat kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Bertambahlah kesedihan Annisa karena telah kehilangan orang yang dicintainya untuk kedua kalinya.

Isi hatiku


Hatiku....

Wahai hatiku !...

Melihat dikedalaman hati tak jua aku mengerti gelisah diri ini
dalam hati kusebut-sebut nama-Mu, berharap Engkau sudi menatapku
hamba terhempas di kesunyian diri mencari mata air kesejukan
tuk mengusir dahaga jiwa merindu kekasihnya...

kosong apa yang kutatap ...
sunyi apa yang kudengar ...
lepas apa yang kujalani ....
biarlah rasa ...
tiada rasa ...
hilang rasa ...hanya-Mu
tiada yang lain
tak peduli yang lain…hanya-Mu
hilang diri…hanya-Mu
hati…hatiku
biarlah pecah asal-Mu mengisiku
pecahkan hatiku dengan keagungan-Mu

tak apa kata mereka ...apapun semuanya karena-Mu


Dia Bukan Manusia

Manusia bodoh....manusia dungu
berkata tanpa ilmu
berilmu tanpa hikmah
tanpa isi
ia senang mencemooh orang lain
sementara tak sadar kedunguan dirinya...hina dirinya
tak ada kemuliaan baginya
berbicara Tuhan hanya di lisan
berbicara Islam hanya tipuan
bukan buat dirinya tapi orang lain
berbuat baik hanya topeng
sombong aslinya
dungu sebenarnya
dia bukan manusia

Menulis Hujan
Selalu kulihat langit mencurahkan hujan
meski kutulis kalimat-Nya dengan tinta air hujan
tak kan habis...tak kan cukup
atau kutulis kekagumanku pada hujan
tak kan habis...tak kan cukup

Pada setiap tetesan ada kalimat-Nya
pada setiap gemuruh ada seruan perintah-Nya
pada setiap cetusan kilat ada kekuasaan dan keagungan-Nya
pada bumi yang basah ada rahmat-Nya

Bahkan bumi pun butuh minum
hanya Dia yang mampu memberi minum
Demi langit dan bumi serta segala isi keduanya
Kaulah Sang Maha Agung segalanya bagiku
Puji bagi-Mu atas energi hidup yang selalu Kau turunkan
Hujan kasih sayang-Mu


Muhammadku

Dari-Nya satu titik cahaya terpancar
menjadi matahari menjadi gemintang menjadi alam
bersemayam dalam nur muhammad
butiran kemilau mutiara asma-Nya

Mata tak kan sanggup memandang keindahan wajahnya
Telinga tak kan cukup mendengar keindahan sosoknya
Pikiran kan takjub pada kemuliannya
Hati pasti kan melebur dalam kerinduan padanya

Muhammadku dalam jiwa
Muhammadku dalam hati
Muhammadku di sekujur tubuhku

Memanggil-Mu dengan denyut nadiku
Muhammadkan aku duhai Cahayaku
Sirami aku dengan Cahaya-Mu
agar berjumpa muhammadku



Penuh Dosa

Oh Tuhanku dosaku melekat pada kulitku
bagaimanakah jika ia bicara tentang aku
Tak kan cukup air mata menghapus bayangan dosaku
Tak kan cukup sejuta istighfar menghilangkan salahku
Tak kan cukup sejuta amal menebus dosaku
Kecuali rahmat-Mu oh Rabbku

Mulia bukan untuk diriku
Pujian tak pantas bagiku
Tak kan mampu ku menutupi aibku
Kecuali rahmat-Mu oh Rabbku

Semua yang buruk ada padaku
Kotorlah aku
Kehinaan diriku di hadapan-Mu
Kecuali rahmat-Mu oh Rabbku

Demi langit dan bumi-Mu
Hanya kuburlah tempat yang layak bagiku
Rabb...Kusedih bila melihat Kau
Sedang memuliakan orang-orang yang Kau sayangi
Bagaimana denganku ?...



TERHEMPAS LAGI.....

untukmu yang selalu tertawa tiap hari
lihatlah dikedalaman hati dan jiwamu
pernahkah kau lihat sosok sejati dirimu ?....
sebab yang kau lihat pada cermin itu hanyalah
sebuah jasad yang kan mati menjadi bangkai

berbuatlah sesukamu...
berucaplah sepuasmu....
tertawalah....
menangislah...
tak kan ada arti bagimu...
jika kasih sayang-Nya tak menghampirimu
kau hanyalah jiwa yang terhempas
tertiup angin bersama debu duniawi

kemanakah tempat kembalimu ?....
atau kau memang rela jiwamu terhempas lagi ?...


BERSAMA AWAN......

Menembus relung-relung bayang-bayang waktu
semua yang ada berpencar berpadu pada yang Satu
nuansa warna indah terbias nampak di awan
kusematkan senandung pujianku
sembari pandanganku melukis diawan

Bersama awan yang bergerak perlahan
berzikir pula denyut jantungku
meski lisanku tak kuat menyebut keagungan-Nya

Bersama awan yang berarak
mengiringi segala gerak
air kehidupan yang tercurah
membuat segalanya menjadi anugerah
bersama awan....

Sumber Kekuatan dan Ketentraman Bathin




MA`RIFATULLAH

Ma`rifatullah ialah melihat dan mengenal Allah dengan mata hati bukan dengan mata kepala.
Sebenarnya ruh-ruh kita dahulu sebelum menyatu dengan jasad telah menghadap Allah untuk syuhud (menyaksikan keesaan Allah SWT), bukti bekas syuhud inilah yang kemudian menjadi fitrah atau yang sekarang dikenal dengan istilah God Spot , sehingga setiap manusia didalam jiwanya terdapat kecenderungan mencari Tuhannya. Jadi sesungguhnya bukanlah hal yang sulit untuk mengenal Allah SWT jika ternyata ruh-ruh kita sudah pernah syuhud lebih dulu kepada-Nya, apalagi bila kita bisa menghayati bahwa diri kita ini merupakan tajalli sifat-sifat Allah SWT, ditambah lagi semua keberadaan ciptaan Allah SWT yang tak terhitung disekeliling kita, tentu kita akan mudah mengenal siapa yang menciptakan ini semua. Hanya saja dibutuhkan hati yang bersih dan tunduk untuk dapat mengenal-Nya. Justru yang lebih sulit ialah mengetahui seseorang yang dikaruniai rahasia ma`rifatullah, sebab wujudnya sama seperti kita yakni manusia dengan segala aktivitas hariannya; makan, minum, tidur, bekerja, belajar, istirahat, dll. Ditambah lagi orang tersebut menjadi sangat tawadhu (rendah hati) dengan merasakan keagungan mengenal Allah SWT dalam jiwanya, sehingga rapat-rapat ia menyimpan rahasia bahwa ia diberi karunia keyakinan ma`rifatullah, kecuali kepada hamba-hamba Allah SWT yang benar-benar sangat ingin mendamba-Nya. Seorang hamba yang diberi karunia lezatnya ma`rifatullah (melihat Allah SWT dalam setiap tempat dan keadaan), maka seiring dengan bertambah ketaatannya, bertambah pula ma`rifatullah pada dirinya.
Sampai diam-diam Allah SWT mengangkatnya kepada derajat para wali Allah yakni hamba-hamba yang dicintai dan dibela Allah SWT. Meski kadang hamba-Nya tersebut tidak menyadari derajatnya, karena ia merasa tidak pantas dan begitu hina. Tetapi Allah SWT tidak melihat rupa maupun pakaian, Dia hanya melihat hati hamba-hamba-Nya. Jadi bukanlah seorang wali Allah itu mesti bisa berbuat hal-hal yang aneh diluar nalar (meskipun sah-sah saja bila Allah menghendaki), sebab jika demikian yang menjadi cirinya maka seorang tukang sulap atau sihir juga mampu berbuat hal-hal aneh. Seorang wali Allah itu biasa-biasa saja. Pakaian tidak bisa menjadi ciri dan ukuran. Akan tetapi ia harus memiliki 3 ciri : 1. Hatinya selalu tentram bersama Allah dan tidak takut pada sesuatu apapun. Sebagaimana firman Allah : ”Ketahuilah sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada ketakutan dan kekhawatiran pada diri mereka”.
2. Hatinya bergetar bila disebut nama Allah dan bertambah imannya bila dibacakan ayat-ayat Allah SWT. 3. Selalu mendekatkan diri pada Allah, terutama pada malam hari saat orang-orang lain tertidur nyenyak.
Begitulah, gambaran seorang hamba yang telah mendapatkan dan merasakan manisnya selalu bersama Allah SWT. Oleh karenanya kita
tidak boleh meremehkan sembarang orang, meskipun dalam penglihatan kita ia biasa-biasa saja.
Ma`rifatullah itu anugerah-Nya, bisa kepada hamba laki-laki atau wanita. Dalam khazanah perjalanan ummat Islam ada banyak orang mukmin yang mendapatkan anugerah luar biasa ini, sebut misalnya Al Junaid al Baghdadi, Imam Ghazali, Abdul Qodir al Jailani, Dzun Nun al Mishri, Ibrahim bin adham, Hasan al Bashri, syekh Ibnu athailah dll, atau seorang wanita bernama Rabi`ah al Adawiyah. Apalagi pada masa awal-awal ummat Islam; sebut misalnya keluarga Rasulullah saw, Khalifah Rasyidin, sahabat Rasulullah seperti Salman al Farisi, Abu dzar al Ghifari, Uwais al Qarni, dll.
Berbagai pengertian tentang ma`rifatullah pun telah mereka ungkapkan. Menurut banyak kalangan ahli hikmah, bahwa ma`rifatullah ialah mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT , maka sebagai bukti pengenalannya ialah ketundukannya kepada Allah SWT, dengan meninggalkan sifat-sifat tercela, selalu ingat kepada Allah SWT, sehingga Allah mencintainya dan memberi karunia kepadanya yang berupa petunjuk dan keyakinan.
Imam Ghazali menerangkan, bahwa ma`rifat menurut pengertian bahasa ialah ilmu pengetahuan yang tidak bercampur dengan keraguan sedikitpun, yang obyek pengetahuan tadi ialah zat dan sifat Allah SWT.
Abu Zakaria Anshari berkata, bahwa ma`rifat ialah ilmu pengetahuan yang sampai ke tingkat keyakinan yang mutlak dalam meng-Esa-kan Allah SWT.
Syekh Ibnu Athailah al Iskandari dalam kitabnya Taajul `Arus membagi ma`rifatullah menjadi dua macam, yakni:
- Ma`rifatullah yang umum ialah mengenal Tuhan yang diwajibkan kepada seluruh mahluk-Nya, seluruh mahluk-Nya diwajibkan untuk mengenal zat-Nya, kemudian memuji dengan pujian yang sesuai dengan keadaan setiap mahluk masing-masing.
- Ma`rifatullah yang khusus ialah pengetahuan yang lahir dari musyahadah (penyaksian hati), maka seorang arifin billah ialah orang yang telah mengenal zat, sifat, asma, dan af`al Allah SWT dengan perantara musyahadahnya.
Adapun yang wajib bagi setiap kita ialah keinginan untuk mengenal zat, sifat dan hikmah dari Allah SWT serta menolak segala sifat kekurangan dan menetapkan segala sifat kesempurnaan bagi Allah SWT.
Ada 3 jalan untuk mengenal Allah SWT, yakni :
a. Jalan Naluri atau pembawaan sejak lahir yang biasa juga disebut fitrah.
b. Jalan Wahyu, yang tersurat dalam Kitab-Kitab Suci yang diturunkan Allah SWT dengan perantaraan Rasul-Nya, dan kini hanya Al-Qur`an yang masih terpelihara keasliannya.
c. Jalan Hikmah, yakni kepandaian menggunakan akal pemikiran dengan memperhatikan bukti-bukti alam yang ada.
Pada iman yang bersandarkan ma`rifatullah itulah ditemukan kemantapan aqidah yang tak tergoyahkan, bagai pohon yang sangat kekar, akarnya terhujam kokoh kedalam bumi. Bila iman dan tauhid tumbuh dalam taman sari ma`rifah, maka sungguh subur dan kuatlah itu. tingkat ma`rifah yang demikian itulah yang membuahkan ilmul-yaqin dan haqqul yadin. Pada taman sari itulah tumbuh subur keberanian (syaja`ah), kebulatan tekad, kekuatan pribadi, kedamaian hati, ketenangan bathin dan kebahagiaan hidup yang memancarkan sinar rahmat dan keberkahan untuk sekelilingnya. Sehingga apabila keimanan dan ma`rifah telah menyatu, maka terasalah halawatul-imaan, manis sedapnya iman.

ELING-ELING UMMAT !!...




ELING-ELING UMMAT !!...
eling-eling ummat muslimin muslimat hayuh urang berjama`ah sholat,sholat,sholat !!
eta kawajiban urang ker didunia, kangge bekejaga urang diakhirat....2x

urang tos terang sadayana, nuna mina muslim teh saatos ucapkeun ikrarkeun dua kalimat syahadat, kerah urang ngelaksanakeun kawajiban sholat tu lima waktu, kedap tepat waktu, ulah khilaf ulah telat, umar disholat ngatos kalewat nua tiasa dei ulih sepanjang hayat, eta sholatna genap tuma`ninah sekedar khusyu`kumu dei mun sholatna asa diburu-buru, sholatna mun tiasa mah tidak khusyu`, panjatkan sagala doa nu di panuju ka Allah robbana walakal hamdu ya Allah mugia doa-doa nu urang dipanjatkeun dikabukeun.

eling-eling ummat muslimin muslimat hayuh urang berjama`ah sholat,sholat, sholat !!
eta kawajiban urang ker didunia, kangge bekejaga urang diakhirat....

yu mangga ka sadayana urang nereskeun sholat urang sadaya shubuh lohor ashar maghrib sareng isya ulah khilaf ku urang dilakukeun kumardi eta kawajiban sareng sholat teh tihangna agama sing saha-sahaja manu ngadakeun sholat berarti jama eta ngawangun agama eta sholatna berjama`ah tingkatkeun ukhuwah islamiah madekeun tali silaturahmi kenging berkah ridho ilahi Allah nu Maha kawasa mugia ngabulkeun doa-doa urang sadayana...

eling-eling ummat muslimin muslimat hayuh urang berjama`ah sholat,sholat, sholat !!
eta kawajiban urang ker didunia, kangge bekejaga urang diakhirat....2x

Artikel: GAYA HIDUP MUSLIM




Sahabat-sahabat sekalian, jika kita mengkaji literatur-literatur sejarah Islam, khususnya masa dimana Nabi Muhammad masih hidup. bahwa beliau dengan pertolongan Allah SWT dapat sukses merubah masyarakatnya yang jahiliah menjadi masyarakat yang taat, mulia, dan berpegang kuat pada ajaran-ajaran Islam. Maka setidaknya ada dua faktor yang membentuk kondisi tersebut; yakni : Pertama, ajaran Islam yang diajarkan secara bertahap, mendalam, dan toleran. Kedua, pribadi Rasulullah saw yang benar-benar menjadi suri tauladan mengagumkan bagi ummatnya.

Pribadi Rasulullah pun seakan telah jelas menampilkan bagaimana gaya hidup seorang muslim. Hal ini sebagaimana yang telah tercatat dalam Al-Qur`anul Karim : ”Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik !”
Sehingga seorang muslim diperintahkan oleh Allah SWT untuk mencontoh Rasulullah saw. dan berikut ini adalah gaya hidup muslim yang telah dicontohkan oleh Rasullullah saw dan juga diperintahkan Allah SWT :

1. Bersikap wajar, tidak angkuh
firman Allah SWT dalam Al-Qur`anul Karim surat Al-Furqon, ayat 63, yang artinya:
”Dan (hamba-hamba yang baik dari Tuhan) yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati.

Jadi pertama, gaya hidup seorang muslim yang mulia ialah sikapnya dalam menjalani kehidupan ini dengan tenang tidak tergesa-gesa, wajar tidak ’mencari muka’, atau ’bermuka dua’, tidak dibuat-buat untuk mencari pujian orang lain, bukan pula angkuh, dan merasa diri paling benar, paling mulia, paling hebat, lalu bertindak arogan dan sewenang-wenang, semaunya sendiri tanpa memikirkan kepentingan dan perasaan orang lain. Namun bukan pula berarti ia menjadi rendah diri atau minder, lalu menjadi lemah, penakut dan tanpa memiliki pendirian. Justru yang dimaksud adalah ia seorang muslim yang kuat dan memiliki kepribadian yang menyenangkan karena dirinya jauh dari kesombongan apalagi arogansi atau kedzaliman, ia senang bersopan santun, dengan tulus menyayangi yang muda menghormati yang tua, hatinya pun begitu lembut dan welas asih kepada sesamanya.

2. Tegas, tidak terpengaruh bujuk rayuan
Firman Allah SWT dalm Al-Qur`anul Karim surat Al-Furqon, lanjutan ayat 63 tadi yang artinya :
”Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka (dengan kata-kata yang tidak sopan), mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”

Kedua, gaya hidup seorang muslim yang mulia ialah ia tidak mudah terpengaruh dengan provokasi, fitnahan, sentimen, cacian atau makian yang sengaja dilontarkan oleh orang-orang bodoh atau jahil secara akal maupun moral. Sebab langkah selalu berpijak kuat tidak tergoyahkan hiruk-pikuk duniawi, dan perhatiannya ia pusatkan untuk tujuan-tujuan yang mulia serta banyak mengandung faedah. Justru kata-katanya malah menyejukkan, mendamaikan, menjauhi permusuhan atau pertikaian, bukan menyulut api perdebatan, permusuhan, atau perpecahan. Sehingga ia menjadi salah satu manusia terbaik sesuai sabda Rasulullah saw: ”Sebaik-baik manusia ialah seorang muslim yang dirinya dan orang lain selamat dari kejahatan lisannya”.

3. Bertaqorrub kepada Allah SWT
Bangun pada waktu malam untuk beribadah mendekat kepada Allah SWT dengan sholat, berdzikir, atau membaca Al- Qur`an telah menjadi kebiasaannya. Hal itu dilakukannya demi membersihkan jiwanya dari daya tarik dunia dan segala permasalahannya, ia lebih memasrahkan segala urusannya kepada Sang Penciptanya. Disaat banyak orang sedang tertidur nyenyak.

”Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri karena Tuhan mereka” (Qs.Al-Furqon: 64).

4. Berwawasan luas dan berpandangan jauh kedepan
Mereka adalah orang-orang yang mampu menangkap isyarat ajaran Allah SWT berupa perkara yang gaib seperti kiamat, pahala, surga dan neraka, sekalipun mereka belum pernah melihatnya sendiri, tetapi dengan penuh keyakinan mereka mengimani semua hal yang gaib yang diberitakan oleh Rasulullah saw. Sehingga mereka menjadi orang-orang yang mawas diri dan berhati-hati agar tidak ’salah jalan’ dalam kehidupan ini. Padahal semua perbuatan nantinya akan dipertanggung jawabkan.

5. Hidup sederhana
Ketinggian kwalitas seorang muslim terlihat pula dalam cara kehidupan sehari-hari, yang senantiasa sederhana dan seimbang dalam gerak kehidupannya. Sederhana bukan kikir terhadap diri sendiri dan kepada orang lain. Ia menerapkan cara hidup berhemat, dan tidak melakukan tindakan mubadzir.
Firman Allah SWT :
”Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, tapi adalah (pembelanjaan) itu ditengah-tengah antara yang demikian”. (Qs.Al-Furqon: 67).

Islam mengakui adanya hak perseorangan, tapi bukan berarti hal itu menghalalkan seseorang berbuat seenaknya saja (karena merasa miliknya) tanpa memperhitungkan kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Seorang muslim mesti menyadari bahwa didalam hartanya, ada hak bagi orang-orang yang tidak mampu, sehingga ia tidak boleh berlaku boros atau kikir, sebab dengan berlaku boros, secara tidak langsung akan merugikan orang lain, sebaliknya bakhil terhadap dirinya menyebabkan sempit ruang geraknya.

6. Tidak ternoda
Firman Allah SWT dalam Al-Qur`an surat Al Furqon 68-69 :
”Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya) – (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam keadaan terhina”.

Gaya hidup seorang muslim yang mulia berikutnya ialah senantiasa menjauhi segala perbuatan keji, mungkar, dan dzalim yang dapat merusak kehormatan namanya dan nama orang lain, hidupnya cenderung bersih, akidahnya bersih, tangannya pun tidak berbuat jahat, ia hidup bermasyarakat dengan tenang, nyaman, dan rukun berdampingan. Prinsipnya menjunjung tinggi peri kemanusiaan. Hubungan dengan Tuhannya terjalin dengan baik, begitupun hubungannya dengan sesamanya terjalin harmonis.

7. Selalu introspeksi dan beramal shaleh.

Firman Allah SWT :
”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka mereka itu, kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Furqon: 70)

Seorang muslim yang selalu berhubungan dengan Allah SWT, pastilah ia selalu melihat keadaan dirinya untuk bermuhasabah (introspeksi). Sehingga ia selalu rendah hati melihat dirinya berada dalam kekurangan dan dosa, hal itu menjadikannya takut pada azab ilahi yang seakan-akan membayang dimatanya. dengan begitu ia pun bersegera mengumpulkan bekal amal shaleh untuk persiapan bertemu Allah SWT. Seluruh waktunya digunakan untuk perbuatan yang bermanfaat. Jadilah ia seorang muslim yang sangat menghargai waktu, lalu mengisi hari-harinya dengan segala macam amal shaleh, dan Allah SWT pasti akan menjadikan umurnya berkah.

8. Berani dan konsekwen.

Berani adalah satu sikap yang mulia. Bagi seorang muslim kebenaran harus ditegakkan dengan penuh keberanian; berani bila benar, berani mengatakan yang benar, berani menegakkan yang benar. Sedangkan konsekwen ialah bukti keteguhan prinsipnya itu atas apa yang ia katakan. Seorang muslim yang mulia tidak akan menyalahi janji, berbuat curang, bersaksi palsu, apalagi berkhianat.

Firman Allah SWT :
”Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan”. (Qs.Al Furqon: 72).


9. Lapang Dada

Maksudnya adalah bahwa orang muslim itu dalam kehidupannya, selalu menghadapi segala permasalahan hidup dengan hati yang lapang, hati yang terbuka dan pikiran yang jernih. Perhatiannya tidak lepas dari pada segala peringatan hukum-hukum Allah SWT. Ia pun sangat terbuka menerima masukan dan kritik dari orang lain, karena sadar akan keterbatasan dirinya, serta menyadari bahwa menerima koreksi adalah bagian dari memantapkan diri.

Firman Allah SWT :
”Dan orang yang bilamana diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta”.
( Qs.Al Furqon : 73)

10. Membina Keluarga sejahtera

Seorang muslim belum merasa cukup dengan kebaikan dirinya sendiri, akan tetapi berusaha mengadakan kebaikan pula bagi keluarganya, dan keturunannya. Rumahnya menjadi taman surganya yang penuh kebahagiaan dan indah dengan pelajaran keimanan dan akhlak mulia, saling berkasih sayang, mengutamakan kedamaian, sehingga keluarganya menjadi contoh teladan bagi lingkungan tetangganya, dan masyarakatnya.

Firman Allah SWT :
”Dan orang-orang yang berkata ”Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemuka bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs.Al Furqon: 74).

Seorang ayah yang muslim, dia tidak hanya menginnginkan anaknya pandai, cerdas, atau kaya, tetapi lebih dari itu dia sangat berharap agar isteri dan keturunannya menjunjung tinggi ajaran Islam, dan menjalani hidup dengan penuh keimanan. Sehingga anak-anaknya menjadi para pemimpin di barisan depan ummat Islam.
Demikianlah sepuluh gaya hidup muslim yang mesti kita terapkan pada diri kita sendiri, dan keluarga dalam rangka upaya mewujudkan masyarakat yang damai sejahtera serta menciptakan manusia seutuhnya. Semoga Allah merahmati dan membimbing kita semua.

RENUNGAN: Menggapai Ridho Allah...




Saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT !
Sudah sepatutnyalah kita bersyukur kepada Allah SWT, dan segala puja-puji hanyalah milik Allah SWT. Dialah Ar-Rahman Ar-Rahim yang senantiasa melimpahkan berbagai nikmat, rahmat, ampunan, serta hidayah. begitu besar karunia-Nya kepada kita ummat manusia sehingga hendaknya kita malu kepada Allah dari hari-hari kita yang berisi dosa dan maksiat kepada-Nya. sebaliknya mestinya kita dapat mempersembahkan kesungguhan kita untuk menjadi orang-orang bertaqwa kepada Allah SWT.
Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada seorang figur teladan yang diangkat menjadi kekasih Allah yakni baginda Nabi Muhammad Rasulullah, beserta para keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang yang shalih yang mengikutinya sampai hari akhir.

Saudara-saudaraku semoga setiap waktu dan hari-hari yang kita jalani semakin menyadarkan kita pada kehambaan diri ini kepada Allah SWT. sehingga setiap amal perbuatan baik yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan kepada Allah diterima disisi-Nya. Amin Yaa Robbal ‘Alamin. Saudara-saudaraku, adalah sebuah keberuntungan jika dapat benar-benar menyadari kehambaan diri kita kepada Allah SWT. Sebab jika telah muncul kesadaran itu bukan hanya gerak tubuh kita yang menunjukkan kehambaan kepada Allah, tapi lebih penting lagi adalah hati kita.
Saudaraku sekalian yang dirahmati Allah SWT !
Didalam Al-Qur’an Al-Karim surat Al-A’raaf ayat 172 Allah SWT telah menegaskan bahwa Allah telah mengambil janji persaksian pada ruh-ruh kita dahulu saat Dia akan meletakkan kehidupan pada jasad ini, firman-Nya:

{...Dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu ?” mereka menjawab, ”Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami bersaksi ”}.

Jadi dahulu kita telah berjanji untuk menjadikan Allah SWT sebagai Rabb kita, sehingga kalimat syahadat atau tahlil yang kita nyatakan sejatinya adalah bentuk ikrar pemantapan kembali janji kita untuk menghamba hanya kepada Allah SWT. Hal inilah yang mesti kita sadari. Ini penting, sebab jika kesadaran seorang hamba telah tumbuh / hidup, maka jadilah dalam jiwanya seruan:

tidak ada yang dicari selain rahmat Allah, tidak ada yang disembah selain Allah, tidak tujuan dan dambaannya selain ridho Allah SWT.
Saudara-saudaraku sekalian !
Kini pertanyaannya, dengan apa kita menggapai ridho Allah SWT ? jawabnya, dengan iman dan amal shalih.

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT !
Hidup yang kita jalani ini adalah berbilang hari, bulan, dan tahun, silih berganti; ada senang ada susah, ada bahagia ada nestapa, ada kemudahan ada kesukaran semuanya itu harus dapat kita sikapi dengan kekuatan iman kepada Allah SWT. Saat diberi kesenangan / kenikmatan iman kepada Allah harus berperan dalam hati kita, saat diberi kesusahan dan musibah pun iman kepada Allah harus kita munculkan. Sayang sekali akhir-akhir ini kita mendapatkan informasi dari media televisi, bahwa di daerah jombang Jawa Timur, ada gambaran ribuan orang-orang Islam yang beramai-ramai mendatangi dukun cilik karena percaya betul pada pengobatan tidak logis yang ia berikan. Terlepas dari sisi perihal pelayanan kesehatan daerah, hal ini adalah contoh bagi kita bagaimana jika iman mengeropos dan luntur dari jiwa, atau iman tidak lagi memainkan peranan dalam hati saat Allah memberikan ujian-ujian kehidupan. Dan satu hal, ini pelajaran dari Allah SWT untuk kita semua. Firman Allah SWT pada sebuah ayat setelah ayat kursi:

{Sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan petunjuk/jalan yang benar dari jalan yang sesat. barangsiapa yang ingkar dengan thaghut, dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang teguh dengan tali yang kuat yang tidak akan putus}.(Qs.Al-Baqarah:256).


{Milik-Nyalah(Allah) kerajaan langit dan bumi dan hanya kepada-Nya dikembalikan segala urusan}.(Qs. Al-Hadid:5}


{Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu ? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang yang mukmin}.(Qs.Al-Hadid: 8).

Saudara-saudaraku, jadi iman kepada Allah lah yang Allah minta dari kita atas janji setia kehambaan kita, dan hal itu agar kita senantiasa berada dijalan petunjuk-Nya serta mendapatkan keridhoan dari-Nya, dan dengan iman akan muncul dan tumbuh subur ketakwaan kepada Allah SWT.
Saudaraku sekalian yang dirahmati oleh Allah SWT ! setelah iman kepada Allah, maka sebagai hamba-Nya kita pun mesti membuktikannya dengan beramal shalih. Adapun amal shalih, ia tumbuh dari akhlak mulia, baik akhlak mulia / adab kepada Allah maupun kepada sesama mahluk Allah SWT. Sebagai contoh sederhana, saat kita memasuki masjid lalu shalat dua raka’at atau duduk diam berzikir adalah akhlak kepada Allah SWT, sebab masjid ialah rumah Allah Sang Pencipta kita yang sudah sepantasnya bila kita hadir didalamnya dengan penuh khusyuk, tawadhu, dan khudu’. Dan Allah Maha Melihat segala perbuatan kita.
Adapun diantara akhlak pada sesama manusia yang sangat disenangi Allah SWT adalah sebagaimana firman-Nya:

{Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu}

Dengan kata lain jika ada suatu kebaikan datang kepada kita dari orang lain, maka hendaknya kita membalasnya dengan yang lebih baik atau yang sepadan dengan kebaikannya.
Adapun jika kita mendapatkan keburukan, kejahatan, atau gangguan dari orang lain, maka Allah SWT memerintahkan kita agar menolaknya dengan sikap yang lebih baik, yakni memaafkan. sebagaimana firman-Nya:

{Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu, dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumiyang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. yaitu orang-orang yang berinfak , baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang berbuat kebaikan}. (Qs.Ali Imran:133-134).

Saudaraku sekalian yang dirahmati Allah !, dengan kedua akhlak mulia inilah akan terjalin suasana yang kondusif penuh dengan kedamaian dan persaudaraan. Sebaliknya jika kita tidak melakukan kedua akhlak mulia ini, maka akan muncul benih-benih permusuhan, persengketaan atau bahkan terjadi perkelahian antar orang-perorang, antar golongan, antar suku, antar pemuda, antar penduduk dan seterusnya.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT !
Dari uraian tadi jadi jelaslah bahwa untuk menggapai ridho Allah SWT, kita memerlukan iman dan amal shalih yang tumbuh akhlak mulia. Sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla dalam Al-Qur’an surat Al-bayyinah ayat 7-8:

{Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik mahluk. Balasan mereka disisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridho terhadap mereka dan mereka ridho kepada-Nya Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya}.

Sehingga jika sebuah pertanyaan muncul dalam hati, yakni bagaimanakah agar Allah ridho kepada kita ? maka jawabnya dari ayat tadi ialah kita mesti ridho pula dengan Allah SWT sebagai Rabb kita, lalu kita beriman kepada-Nya dan mengerjakan amal-amal shalih yang diperintahkan-Nya. Mudah-mudahan kita semua dibersihkan hati kita oleh Allah SWT dan digolongkan-Nya kedalam golongan orang-orang mendapatkan petunjuk serta keridhoan-Nya. Amin Yaa Robbal ’Alamin.
Wassalamu`alaikum Wr.Wb

Buku karyaku: FOUR WISDOMS FOR ALL





FOUR WISDOMS FOR ALL

Pendahuluan

Kata Pengantar

Segala puji hanyalah milik Allah Tuhan yang Maha Menguasai seluruh kerajaan alam semesta. Dialah Tuhan yang Maha Menciptakan mahluk-Nya, lalu Dia menentukan tempat hidup dan peran mereka masing-masing. Dan Dialah Tuhan yang telah Mewariskan kehidupan yang baik bagi orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan.
Shalawat dan salam sejahtera atas Nabi yang mulia Muhammad Saww, seorang manusia pilihan Allah SWT yang mengajarkan manusia nilai-nilai keluhuran abadi dan nilai-nilai kemuliaan tertinggi. Sungguh akhlak pribadinya yang indah tak tertandingi dapat membuka mata berjuta-juta manusia melihat makna-makna hidup sejati.
Pembaca yang budiman, kehidupan adalah anugerah sekaligus amanah terbesar dari Allah SWT Tuhan seru sekalian alam, sehingga kita mesti pandai memanfaatkannya. Adalah fitrah bahwa setiap orang menginginkan hidup yang berarti. Dan kita memang mendapat tugas untuk memakmurkan bumi ini dengan selimut “atmosfir” kebajikan. Lalu perihal bagaimana cara memakmurkan bumi ini adalah perkara mudah sebenarnya. Sebab sesungguhnya alam bumi tempat kita tinggal telah mengajarkan kepada kita nilai-nilai kehidupan yang bisa kita renungi, kemudian kita dapat memilih yang sesuai dengan akal pikiran dan hati nurani kita sebagai manusia.
Pembaca yang budiman, kebajikan (al-Khairaat) adalah buah dari kebijaksanaan (al-hikmah/wisdom) yang meresap dan mengendap dalam hati sanubari seseorang, layaknya seperti vitamin yang menyatu bersama aliran darah. Berbagai nilai-nilai kebijaksanaan yang ia peroleh menjadi prinsip dalam hidupnya. Dan jadilah ia, seorang manusia yang memiliki pijakan yang kuat, tujuan hidupnya jelas, kemanapun ia melangkah atau di manapun ia berada, maka kehadirannya selalu untuk menanam pohon kebajikan yang telah lama dirindukan banyak orang. Sungguh seseorang yang berjalan dengan prinsip hidup yang baik dan luhur adalah sama seperti orang yang berjalan membawa pelita/cahaya. Kemudian cahaya itu menjadi penerang bagi dirinya dan bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
Pembaca yang budiman, buku yang ada dihadapan Anda ini buku yang berisi uraian tentang empat kebijaksanaan (“Four Wisdom”) yang patut diterapkan oleh siapa saja (“For All”) dan dimana saja. Oleh karena itu siapa pun Anda, beragama apapun Anda, dan berstatus sosial apapun, penguasa, pemimpin, rakyat, guru, pelajar, aparat, pegawai, atau Anda menamakan diri Anda bukan siapa-siapa/orang biasa, maka bila buku ini sampai kehadapan Anda, Anda tetap dapat membaca buku ini. Sebab buku ini dibuat tidak dikhususkan bagi golongan tertentu. Adapun bila didalam buku ini ditemukan kutipan-kutipan Ayat Al Qur’an beserta maknanya atau makna dari Hadist Nabi Muhammad Saw, hal itu tidak lain adalah karena penulis seorang muslim yang hanya berusaha menyampaikan apa yang diketahuinya dan diyakininya. Sedangkan Anda sangat boleh sama keyakinan agama dengan penulis atau berbeda dan mengunakan dalil (argumentasi) dari ajaran keyakinan sendiri yang Anda ketahui. Penulis sekedar menginginkan kebersamaan dalam kemajuan bangsa.
Kemudian tentunya penulis berharap semoga buku ini dapat turut memberikan nuansa hikmah kepada Anda, dan selanjutnya Andalah yang membangkitkan serta menggugah kesadaran diri Anda sendiri. Semoga Tuhan senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua agar menjadi orang yang bijak terhadap diri sendiri dan sesama. Dan hanya orang-orang yang bijaklah yang tidak membiarkan ada nilai-nilai kebijaksanaan lewat begitu saja.
Akhirnya, sebagai manusia biasa, penulis memohon dengan segala kerendahan hati agar Anda dapat memaklumi bila menemukan berbagai kekurangan dalam buku ini, dan tentunya penulis akan sangat senang hati bila ada saran atau kritik yang dapat disampaikan. Sekian, selamat membaca!.
W a s s a l a m,
Jakarta, 12 Rabiul awwal 1429 H

Hormat Penulis,

AlFaqir Wisnu Abdul Jawad





PAGE I.

Inspirasi dan Dasar Pemikiran


Allah SWT telah berfirman dalam Kitab Al Qur’an Al Karim:
{Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya sendiri yang kepadanya mereka menghadap. Maka berlomba-lombalah kamu dalam (berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu}. {Qs. Al Baqarah: 148}.


{Dan nafkahkanlah {harta bendamu dan kemampuan apa yang kamu miliki} di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik}. {Qs.Al Baqarah: 195}.




PAGE II


P E R S E M B A H A N


Aku persembahkan buku ini sebagai bagian dari baktiku kepada Tuhanku, Ibu, Ayah, Guru-guru, istriku, keluarga, adik-adik, sahabat dan serta siapa saja yang telah menjadi contoh suri tauladan bagiku.

Harapan semoga Ibu, Ayah, istriku dan saudaraku yang lainnya mendapat pahala yang sempurna dari Allah Tuhan yang Maha Kaya. Buku ini pun kuharap menjadi bagian bakti kecilku kepada negeriku, semoga Tuhan membuatmu mampu bangkit berdiri kembali…

Seorang Hamba,
Al Faqir Wisnu Abdul Jawad


PAGE III

W I S D O M 1
“Berikanlah tongkat kepada orang yang buta”
Ungkapan diatas, bisa kita artikan secara tersurat yakni kita memberikan tongkat kepada orang yang buta. Namun bisa pula kita terjemahkan secara tersirat yakni memberitahukan kepada orang yang belum mengetahui, memberikan pemahaman kepada orang yang belum paham, memberikan pengertian kepada orang yang belum mengerti, memberikan petunjuk kepada orang yang sedang mencari petunjuk, serta membimbing dan menuntun kepada orang yang masih membutuhkan tuntunan. Siapa pun kita, hendaknya dapat menerapkan ajaran bijak ini, tentunya sesuai dengan kadar kemampuan kita masing-masing. Bila kita berprofesi sebagai guru, maka tugas mulia ini memang sudah menjadi kewajiban. Namun sebenarnya setiap kita adalah “guru”. Bukankah bila kita memiliki anak, kitalah yang mengajarkannya berjalan, berbicara, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk memberikan pengetahuan yang lebih dari itu, kita pun mesti memiliki ilmu pengetahuan yang lebih. Sebab ada ungkapan bijak: “Seseorang yang tidak memiliki apa-apa tidak akan mengeluarkan sesuatu pun”, atau “sebuah kendi yang kosong tidak akan mengeluarkan air”. Jadi untuk dapat memberitahukan sesuatu kepada orang lain, kita mesti mengetahui sesuatu itu terlebih dahulu, bukankah agar dapat memberikan “tongkat”, maka tongkat itu mesti berada ditangan kita sendiri terlebih dahulu?. Artinya, ajaran bijak ini menuntut kita untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan diri kita terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang lain. Lebih dari itu secara individu, kita pun sebenarnya adalah guru bagi diri sendiri. Seperti halnya kita mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang pernah kita alami, lalu mengajarkan pada diri sendiri bagaimana seharusnya kita berbuat dan melangkah di kemudian hari.
Sungguh ajaran bijak ini mengandung menfaat yang sangat besar bila kita dapat mengamalkannya. Lihatlah alam telah mengajarkan kita, sebelum turun hujan, langit biasanya memberitahukan kepada semua mahluk dibawahnya dengan warna awannya yang mendung hingga gelap dan pekat. Sehingga dengan begitu manusia dapat mengamankan lebih dahulu pakaian-pakaian atau lainnya yang sedang dijemur, lalu mereka pun mencari tempat berteduh, begitu pula hewan-hewan masuk kedalam sarang mereka masing-masing. Lihatlah gunung mengepulkan asap pekat terus-menerus dan bergetar bila ingin meletus, datangnya malam ditandai dengan terbenamnya matahari disebelah barat, datangnya pagi ditandai dengan terbitnya matahari disebelah timur, dan hewan-hewan memberitahukan kawannya bila ada makanan atau bahaya. Adapun dalam kehidupan manusia, para orang tua mengajarkan anak-anaknya dalam menyikapi kehidupan, disekolah para guru memberitahukan murid-muridnya bila saat ujian akan tiba, ditempat ibadah atau dirumah-rumah para penyeru agama memberitahukan ummatnya jalan keselamatan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Diri kita pun diingatkan dengan uban-uban yang tumbuh dikepala, kulit yang makin mengeriput disekujur tubuh, dan tenaga yang makin melemah dari yang kita punya sebelumnya.
Memang begitulah semestinya, sehingga bagi para penguasa dan pemimpin pun hendaknya memberitahukan (mensosialisasikan) terlebih dahulu menfaat-manfaat apa saja yang bisa diraih oleh masyarakat dari setiap kebijakan yang akan ditetapkan. Diharapkan dengan memberikan pengertian yang baik dan benar, akan melahirkan kerelaan hati masyarakat untuk menjalankan setiap kebijakan yang ditetapkan. Sebab akan beda rasa dan hasilnya, suatu kebijakan yang dijalankan dengan terpaksa dan berat hati dengan kebijakan yang dilaksanakan dengan penuh kerelaan hati. Adapun bagi siapa saja yang merasa sebagai “orang biasa”, maka berikanlah sesuatu sesuai kadar yang kita mampu, meskipun kecil atau remeh. Sebab bisa jadi apa yang menurut kita kecil atau remeh adalah besar serta berharga di mata orang lain dan Allah SWT. Dan sudah tentu Allah menyukai orang-orang yang gemar memberikan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Jadi tunggu apa lagi perkayalah diri kita dengan memperbanyak ilmu pengetahuan, membuka wawasan, atau …tunjukkanlah jalan kepada orang yang sedang mencari-cari jalan dan tujuan agar orang itu tidak tersesat, berikanlah nasihat kepada orang yang meminta nasihat, tunjukkanlah jalan keluar (solusi) kepada orang yang sedang ditimpa masalah, ajarkanlah ilmu kepada para penuntut ilmu, ajarkanlah cara-cara meraih hidup sukses, ajarkanlah cara-cara berdagang yang baik dan benar kepada sesama pedagang, ajarkanlah cara berbisnis yang paling baik kepada sesama usahawan, ajarkanlah cara bekerja yang baik dan benar kepada para karyawan, ajarkanlah cara belajar yang efektif kepada para pelajar, dan bagi para pemimpin ajarkanlah setiap kebaikan kepada orang-orang yang tuan pimpin dengan contoh suri tauladan. Berikanlah perhatian kepada orang-orang yang masih terkungkung kebodohan, keterbelakangan, atau kelalaian (Al-ghofilin, dalam bahasa agama Islam).
Pada dasarnya setiap insan berhajat pada ajaran ini, sebab dengan pengamalan terhadap ajaran bijak inilah kehidupan dapat terus maju dan berkembang. Bukankah setiap kita memiliki masalah (problem) sehingga kita membutuhkan nasihat, bukankah bila kita mahir dalam satu hal, kita tidak mahir dalam hal lainnya sehingga setiap kita masih membutuhkan pengetahuan dari orang lain yang lebih mahir, dan bukankah bila kita pintar berilmu, maka ada lagi yang lebih pintar berilmu daripada kita, “diatas langit masih ada langit” begitulah kata peribahasa, sehingga setiap kita masih membutuhkan guru.
Namun ada cara bijak tersendiri bila kita ingin mengamalkan ajaran bijak ini. Yakni dalam mengajarkan atau memberitahukan sesuatu kepada orang lain, bila orang yang kita ajarkan itu adalah lebih muda usianya atau masih rendah keilmuannya, seperti seorang guru yang mengajar murid-muridnya, seorang ustadz yang mengajar santri-santrinya, maka sampaikanlah ajaran kita dengan penuh rasa kasih sayang yang berpadu dengan ketegasan, sedang bila orang yang kita ajarkan itu seusia atau setingkat keilmuannya dengan kita, atau orang itu kawan sejawat kita, maka keadaan seperti ini mungkin tidak begitu sulit bagi kita, sebab kita dapat mencari ungkapan yang “pas” sebagaimana biasanya kita berinteraksi dengannya. Adapun bila orang yang ada dihadapan kita adalah seorang yang lebih tua usianya, atau bisa jadi lebih tinggi keilmuan dan status sosialnya dari kita, maka carilah ungkapan kata-kata yang sopan dan jelas, sehingga kita tidak terkesan mengguruinya atau ia tidak merasa tersinggung dengan apa yang kita sampaikan. Hal-hal yang disebutkan diatas tadi meskipun terlihat sederhana, namun bukanlah perkara yang sepele. Sebab kesalahan cara menyampaikan biasanya bisa berakibat fatal. Dalam hal ini Rasulullah Saww menyarankan agar kita menyesuaikan diri dan pembicaraan saat menghadapi lawan bicara. Sebagaimana yang disampaikan oleh istri beliau ‘Aisyah : “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa alihi wasallam memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai dengan kedudukan mereka” (HR. Muslim, Syarah An-Nawawi no. 55/1). Sehingga yang tidak kalah pentingnya pula yakni bahwa kita mesti dapat menggunakan ungkapan kata-kata yang mudah dimengerti dalam menyampaikan ajaran, nasihat atau tuntunan sesuai dengan tipe orang yang berada dihadapan kita. Sebagaimana Imam ‘Ali bin Abi Thalib karromallahu wajhahu mengajarkan: “Berbicaralah dengan manusia sesuai dengan kemampuan akal fikiran mereka”. (HR.Bukhari, Fathul Bari, Kitabul Ilmi no.225/1). Dan diantara ciri-ciri orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengemas apa yang akan disampaikannya dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh sipendengarnya. Oleh sebab itu kita harus mengetahui dan memahami kondisi manusia, apa yang baik dan sesuai bagi mereka dan apa yang tidak baik bagi mereka. Benarlah ungkapan ulama, bahwa setiap tempat ada pembicaraannya sendiri. Tiap waktu mempunyai peristiwa tersendiri. Tiap manusia mempunyai kecocokan masing-masing. Tiap kejadian ada ceritanya sendiri.
Sungguh dalam ajaran bijak ini, terdapat kebaikan yang besar dan akan mendatangkan pahala bagi siapa saja yang mengamalkannya. Ajaran bijak inilah yang bila diterjemahkan kedalam bahasa daerah Jawa Tengah - sebagaimana yang saya tanyakan kepada Ayah saya – menjadi: “Menehono teken marang wong kang wuto”. Dan anda pun dapat mencari terjemahan sendiri dalam bahasa daerah anda.
Pembaca yang budiman, ada sebuah hadist Nabi Muhammad Saww yang bisa menjadi motivasi bagi kita; yakni beliau bersabda: “Barang siapa yang memberi petunjuk atas suatu kebaikan maka baginya pahala, sebagaimana besarnya pahala orang yang mengerjakannya, sedangkan pahala mereka tidak dikurangi sedikitpun” (HR.Muslim, dalam kitab shahihnya Bab 16 hadist no.227). jadi hadist ini mengisyaratkan adanya pahala kebaikan bagi orang yang memberikan petunjuk, sama seperti besarnya pahala bagi orang yang melaksanakannya. Lalu bukankah suatu keberuntungan bila orang yang kita beri petunjuk mengamalkan apa yang kita tunjukkan dengan sempurna dan penuh kerelaan hati?. Selain keuntungan ini, kita pun akan mendapatkan kemuliaan dan ketinggian derajat di tengah-tengah manusia sebagai karunia dari Allah Tuhan yang Maha Bijaksana.

selanjutnya ,silahkan menanti....