ANTARA-Indonesian News

Artikel: GAYA HIDUP MUSLIM




Sahabat-sahabat sekalian, jika kita mengkaji literatur-literatur sejarah Islam, khususnya masa dimana Nabi Muhammad masih hidup. bahwa beliau dengan pertolongan Allah SWT dapat sukses merubah masyarakatnya yang jahiliah menjadi masyarakat yang taat, mulia, dan berpegang kuat pada ajaran-ajaran Islam. Maka setidaknya ada dua faktor yang membentuk kondisi tersebut; yakni : Pertama, ajaran Islam yang diajarkan secara bertahap, mendalam, dan toleran. Kedua, pribadi Rasulullah saw yang benar-benar menjadi suri tauladan mengagumkan bagi ummatnya.

Pribadi Rasulullah pun seakan telah jelas menampilkan bagaimana gaya hidup seorang muslim. Hal ini sebagaimana yang telah tercatat dalam Al-Qur`anul Karim : ”Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik !”
Sehingga seorang muslim diperintahkan oleh Allah SWT untuk mencontoh Rasulullah saw. dan berikut ini adalah gaya hidup muslim yang telah dicontohkan oleh Rasullullah saw dan juga diperintahkan Allah SWT :

1. Bersikap wajar, tidak angkuh
firman Allah SWT dalam Al-Qur`anul Karim surat Al-Furqon, ayat 63, yang artinya:
”Dan (hamba-hamba yang baik dari Tuhan) yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati.

Jadi pertama, gaya hidup seorang muslim yang mulia ialah sikapnya dalam menjalani kehidupan ini dengan tenang tidak tergesa-gesa, wajar tidak ’mencari muka’, atau ’bermuka dua’, tidak dibuat-buat untuk mencari pujian orang lain, bukan pula angkuh, dan merasa diri paling benar, paling mulia, paling hebat, lalu bertindak arogan dan sewenang-wenang, semaunya sendiri tanpa memikirkan kepentingan dan perasaan orang lain. Namun bukan pula berarti ia menjadi rendah diri atau minder, lalu menjadi lemah, penakut dan tanpa memiliki pendirian. Justru yang dimaksud adalah ia seorang muslim yang kuat dan memiliki kepribadian yang menyenangkan karena dirinya jauh dari kesombongan apalagi arogansi atau kedzaliman, ia senang bersopan santun, dengan tulus menyayangi yang muda menghormati yang tua, hatinya pun begitu lembut dan welas asih kepada sesamanya.

2. Tegas, tidak terpengaruh bujuk rayuan
Firman Allah SWT dalm Al-Qur`anul Karim surat Al-Furqon, lanjutan ayat 63 tadi yang artinya :
”Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka (dengan kata-kata yang tidak sopan), mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”

Kedua, gaya hidup seorang muslim yang mulia ialah ia tidak mudah terpengaruh dengan provokasi, fitnahan, sentimen, cacian atau makian yang sengaja dilontarkan oleh orang-orang bodoh atau jahil secara akal maupun moral. Sebab langkah selalu berpijak kuat tidak tergoyahkan hiruk-pikuk duniawi, dan perhatiannya ia pusatkan untuk tujuan-tujuan yang mulia serta banyak mengandung faedah. Justru kata-katanya malah menyejukkan, mendamaikan, menjauhi permusuhan atau pertikaian, bukan menyulut api perdebatan, permusuhan, atau perpecahan. Sehingga ia menjadi salah satu manusia terbaik sesuai sabda Rasulullah saw: ”Sebaik-baik manusia ialah seorang muslim yang dirinya dan orang lain selamat dari kejahatan lisannya”.

3. Bertaqorrub kepada Allah SWT
Bangun pada waktu malam untuk beribadah mendekat kepada Allah SWT dengan sholat, berdzikir, atau membaca Al- Qur`an telah menjadi kebiasaannya. Hal itu dilakukannya demi membersihkan jiwanya dari daya tarik dunia dan segala permasalahannya, ia lebih memasrahkan segala urusannya kepada Sang Penciptanya. Disaat banyak orang sedang tertidur nyenyak.

”Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri karena Tuhan mereka” (Qs.Al-Furqon: 64).

4. Berwawasan luas dan berpandangan jauh kedepan
Mereka adalah orang-orang yang mampu menangkap isyarat ajaran Allah SWT berupa perkara yang gaib seperti kiamat, pahala, surga dan neraka, sekalipun mereka belum pernah melihatnya sendiri, tetapi dengan penuh keyakinan mereka mengimani semua hal yang gaib yang diberitakan oleh Rasulullah saw. Sehingga mereka menjadi orang-orang yang mawas diri dan berhati-hati agar tidak ’salah jalan’ dalam kehidupan ini. Padahal semua perbuatan nantinya akan dipertanggung jawabkan.

5. Hidup sederhana
Ketinggian kwalitas seorang muslim terlihat pula dalam cara kehidupan sehari-hari, yang senantiasa sederhana dan seimbang dalam gerak kehidupannya. Sederhana bukan kikir terhadap diri sendiri dan kepada orang lain. Ia menerapkan cara hidup berhemat, dan tidak melakukan tindakan mubadzir.
Firman Allah SWT :
”Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, tapi adalah (pembelanjaan) itu ditengah-tengah antara yang demikian”. (Qs.Al-Furqon: 67).

Islam mengakui adanya hak perseorangan, tapi bukan berarti hal itu menghalalkan seseorang berbuat seenaknya saja (karena merasa miliknya) tanpa memperhitungkan kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Seorang muslim mesti menyadari bahwa didalam hartanya, ada hak bagi orang-orang yang tidak mampu, sehingga ia tidak boleh berlaku boros atau kikir, sebab dengan berlaku boros, secara tidak langsung akan merugikan orang lain, sebaliknya bakhil terhadap dirinya menyebabkan sempit ruang geraknya.

6. Tidak ternoda
Firman Allah SWT dalam Al-Qur`an surat Al Furqon 68-69 :
”Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya) – (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam keadaan terhina”.

Gaya hidup seorang muslim yang mulia berikutnya ialah senantiasa menjauhi segala perbuatan keji, mungkar, dan dzalim yang dapat merusak kehormatan namanya dan nama orang lain, hidupnya cenderung bersih, akidahnya bersih, tangannya pun tidak berbuat jahat, ia hidup bermasyarakat dengan tenang, nyaman, dan rukun berdampingan. Prinsipnya menjunjung tinggi peri kemanusiaan. Hubungan dengan Tuhannya terjalin dengan baik, begitupun hubungannya dengan sesamanya terjalin harmonis.

7. Selalu introspeksi dan beramal shaleh.

Firman Allah SWT :
”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka mereka itu, kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Furqon: 70)

Seorang muslim yang selalu berhubungan dengan Allah SWT, pastilah ia selalu melihat keadaan dirinya untuk bermuhasabah (introspeksi). Sehingga ia selalu rendah hati melihat dirinya berada dalam kekurangan dan dosa, hal itu menjadikannya takut pada azab ilahi yang seakan-akan membayang dimatanya. dengan begitu ia pun bersegera mengumpulkan bekal amal shaleh untuk persiapan bertemu Allah SWT. Seluruh waktunya digunakan untuk perbuatan yang bermanfaat. Jadilah ia seorang muslim yang sangat menghargai waktu, lalu mengisi hari-harinya dengan segala macam amal shaleh, dan Allah SWT pasti akan menjadikan umurnya berkah.

8. Berani dan konsekwen.

Berani adalah satu sikap yang mulia. Bagi seorang muslim kebenaran harus ditegakkan dengan penuh keberanian; berani bila benar, berani mengatakan yang benar, berani menegakkan yang benar. Sedangkan konsekwen ialah bukti keteguhan prinsipnya itu atas apa yang ia katakan. Seorang muslim yang mulia tidak akan menyalahi janji, berbuat curang, bersaksi palsu, apalagi berkhianat.

Firman Allah SWT :
”Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan”. (Qs.Al Furqon: 72).


9. Lapang Dada

Maksudnya adalah bahwa orang muslim itu dalam kehidupannya, selalu menghadapi segala permasalahan hidup dengan hati yang lapang, hati yang terbuka dan pikiran yang jernih. Perhatiannya tidak lepas dari pada segala peringatan hukum-hukum Allah SWT. Ia pun sangat terbuka menerima masukan dan kritik dari orang lain, karena sadar akan keterbatasan dirinya, serta menyadari bahwa menerima koreksi adalah bagian dari memantapkan diri.

Firman Allah SWT :
”Dan orang yang bilamana diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta”.
( Qs.Al Furqon : 73)

10. Membina Keluarga sejahtera

Seorang muslim belum merasa cukup dengan kebaikan dirinya sendiri, akan tetapi berusaha mengadakan kebaikan pula bagi keluarganya, dan keturunannya. Rumahnya menjadi taman surganya yang penuh kebahagiaan dan indah dengan pelajaran keimanan dan akhlak mulia, saling berkasih sayang, mengutamakan kedamaian, sehingga keluarganya menjadi contoh teladan bagi lingkungan tetangganya, dan masyarakatnya.

Firman Allah SWT :
”Dan orang-orang yang berkata ”Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemuka bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs.Al Furqon: 74).

Seorang ayah yang muslim, dia tidak hanya menginnginkan anaknya pandai, cerdas, atau kaya, tetapi lebih dari itu dia sangat berharap agar isteri dan keturunannya menjunjung tinggi ajaran Islam, dan menjalani hidup dengan penuh keimanan. Sehingga anak-anaknya menjadi para pemimpin di barisan depan ummat Islam.
Demikianlah sepuluh gaya hidup muslim yang mesti kita terapkan pada diri kita sendiri, dan keluarga dalam rangka upaya mewujudkan masyarakat yang damai sejahtera serta menciptakan manusia seutuhnya. Semoga Allah merahmati dan membimbing kita semua.

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Google Hot Trends